Sexy Red Lips

Welcome to my world happy reading and RCL guyss^^

Minggu, 12 Oktober 2014

FANFICTION



Title : Cinderella in Seoul
Genre : Romance, Family
Main Cast : Kang Jae Hyun, Choi Siwon

DON’T TO BE A SILENT READER
PLEASE LEAVE A COMMENT

HAPPY READING!!

.



.

                                   
Menjadi seorang Cinderella, dengan balutan gaun mewah, sepatu kaca dan juga berdampingan dengan seorang pangeran tampan adalah impian hampir semua yeoja. Tak terkecuali dengan seorang yeoja remaja yang bersekolah di salah satu Senior High School di kota Seoul. Beberapa kali Jaehyun sering mengangan-angankan impian tersebut. Ia berharap akan mendapatkan perlakuan bak seorang Cinderella yang selalu dipuja-puja oleh kebanyakan namja.

Namun apa daya, angan-angan itu tetaplah menjadi angan-angan yang entah terwujud atau tidak. Yeoja itu hanyalah seorang siswi yang beruntung mendapatkan beasiswa sehingga bisa bersekolah disini. Kehidupannya sangat jauh dari kata kemewahan yang selama ini di miliki kebanyakan siswa-siswi di sekolahnya.

Kalau biasanya kebanyakan dari mereka selalu di antar jemput oleh mobil-mobil mewah, atau bahkan ada yang menaiki mobil pribadi dan gonta-ganti setiap harinya. Jaehyun tidak seperti itu. Kehidupannya benar-benar serba kekurangan. Eommanya hanyalah seorang pedagang kaki lima di sebuah pasar tradisional. Yang pendapatannya bahkan hanya cukup untuk makan mereka sehari-hari.

Tidak ada kata berfoya-foya dalam hidupnya. Setiap waktu luang yang dimilikinya dihabiskan untuk membantu eommanya di pasar. Atau bahkan biasanya ia hanya melamun. Berharap hidupnya akan segera berubah di hari yang akan datang.

.

.

Sedangkan disisi lain, di kehidupan yang jauh dari kehidupan Jaehyun. Kehidupan yang bisa di katakan amat sangat mewah. Seorang namja bernama Choi Siwon yang mempunyai wajah tampan, kaya raya, pandai, dan disukai banyak yeoja. Benar-benar kehidupan yang sempurna.

Betapa beruntungnya yeoja yang akan mendampingi hidupnya nanti. Choi Siwon adalah seorang namja tampan bak seorang pangeran di kisah-kisah dongeng kebanyakan. Ayahnya seorang pemilik yayasan di sebuah sekolah ternama di kota Seoul.

Namun salah apabila mengira namja ini adalah namja dengan penampilan yang cool, serba mewah, dan bertampang seperti playboy. Walaupun ia kaya raya, ia adalah namja yang berpenampilan sederhana. Ia tidak pernah menunjukkan kekayaannya yang sudah di ketahui bayak orang. Hal ini lah yang membuat para yeoja semakin tergila-gila dengannya.

.
 
.

Pagi itu di sekolah mereka terjadi sedikit keributan. Banyak siswa-siswi yang mengantri untuk mendapatkan undangan yang di bagikan oleh 3 yeoja cantik. Jaehyun juga ikutan mengantri di bagian paling belakang. Ia berpikir ini adalah kesempatan yang bagus untuk menjadi Cinderella. Namun begitu tiba gilirannya, 3 yeoja itu mendadak mengatakan bahwa tidak ada undangan untuknya.

“Ah, mianhae Jaehyun-ah… kurasa tidak ada undangan lagi yang tersisa untukmu, benarkan Hyejin-ah, Taeri-ah?” kata seorang yeoja bernama Shin Moon Hee dengan ekspresi yang dibuat-buat. Kedua temannya, Hyejin dan Taeri hanya menanggapi dengan anggukan dan memandang Jaehyun dengan tatapan meremehkan.

“Benarkah, tapi… kulihat masih ada sisa satu di tanganmu?” balas Jaehyun sembari menunjuk kearah tangan Moonhee yang memegang selembar undangan. Moonhee, Hyejin, dan Taeri malah menertawainya.

“Hahaha… kau ini lucu sekali, undangan itu kan untuk pangeran sekolah kita.” Sahut Taeri mengejek.

“Ne, benar… lagi pula mana mungkin seorang yeoja sepertimu bisa datang ke acara yang super mewah itu. Aku yakin kau pasti tidak memiliki satu gaun pun diantara tumpukan baju lusuhmu itu.” Tambah Hyejin.

“Tsk, sudahlah, kajja kita pergi! Aku benar-benar sudah tidak tahan berada di sini. Menyingkirlah kau!” Moonhee mendorong Jaehyun hingga jatuh terduduk di lantai. Setelah ke-3 yeoja itu pergi Jaehyun menangis sejadi-jadinya di tempat tersebut.

“Hiks… hiks… kenapa dunia begitu kejam? Apa tidak ada kesempatan untuk yeoja miskin sepertiku menjadi seorang Cinderella?” runtuknya. Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang memperhatikannya. Dia adalah Choi Siwon. Siwon mengepalkan tangannya geram.

“Tunggu saja, aku akan mewujudkan impianmu. Karena impianmu, impian eommaku juga.” Gumam Siwon.

.

.

Malam harinya, ketika Jaehyun hendak menuju meja belajar untuk mengerjakan tugas rumah ia menemukan sebuah amplop tergeletak di meja kecil dekat ranjangnya. Merasa penasaran, Jaehyun pun mengambil amplop tersebut dan membukanya. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui isi dari amplop tersebut.

“Ige… ige… ini benar-benar nyata? Aku tidak sedang bermimpi kan?” gumam Jaehyun, matanya berkaca-kaca.

Ia kemudian berlari keluar kamar dan mencari eommanya. Begitu melihat eommanya di ambang pintu ia langsung berlari dan memeluk eommanya tersebut. Eommanya terheran-heran dengan sikap Jaehyun yang tiba-tiba itu.

“Yak, anak eomma ini, waeyo…. Eh, kenapa kau menangis? Siapa yang sudah membuat anak eomma yang manis ini menangis? Eomma tidak akan segan-segan memberi pelajaran pada orang itu.” Kata eomma Jaehyun sambil menghapus air mata Jaehyun yang mulai menetes. Jaehyun tersenyum dan menggelengkan kepala.

“Ani… bukan itu… aku menangis bukan karena ada yang berbuat jahat padaku atau apa. Tapi aku menangis karena ini… aku benar-benar bahagia eomma. Siapa yang memberikan ini?” kata Jaehyun sembari menunjukkan sebuah amplop.
“Ah… itu, tadi ada seorang namja tampan yang memberikannya pada eomma sewaktu eomma berjualan di pasar. Namja itu mengenakan seragam yang sama dengan sekolahmu. Sepertinya ia satu sekolah denganmu. Dia bilang itu untukmu, jadi ketika eomma pulang, eomma menaruh itu di kamarmu.” Terang eomma Jaehyun panjang lebar. “Memang apa isinya? Sampai-sampai kau begitu bahagia hingga menangis seperti itu.”

“Eomma ingin tau saja… ini rahasia anak muda.” Balasnya.

“Mwo, apa itu surat cinta? Yak, sejak kapan anak eomma yang manis ini punya namjachingu? Kenapa tidak pernah memperkenalkannya? Aish… kau ini!”

“Namjachingu apa, aku benar-benar tidak punya. Lagi pula siapa yang mau dengan yeoja miskin sepertiku.”

“Siapa bilang, anak eomma ini kan cantik.”

“Aish, eomma… kau ini, sudahlah aku sudah mengantuk. Aku tidur dulu…” kata Jaehyun sambil mencium pipi kanan eommanya. “Jaljayo… selamat malam, eomma.”

.

.

Keesokan harinya di sekolah, seluruh siswa dan siswi sedang membicarakan tentang pesta yang akan diadakan di sekolah 2 hari lagi. Sementara Jaehyun hanya diam saja mendengarkan pembicaraan mereka. Percuma juga dia ikut berbicara, yang ada ia malah tidak didengarkan dan malah diacuhkan.

Di sekolah, Jaehyun memang tidak memiliki seorang teman pun. Semua teman-teman di kelasnya mengucilkannya. Bahkan tidak ada satu orang pun yang mau duduk sebangku dengannya. Mereka bilang mereka tidak mau mendekatinya karena takut terbawa sial dan akhirnya jatuh miskin. Alasan yang konyol memang.

Perhatian Jaehyun pun teralihkan pada sekelompok yeoja cantik yang duduk tak jauh darinya.

“Hey… Hyejin-ah, kau mau memakai apa nanti?” Tanya Taeri

“Hmmm… memakai bajulah!” seru Hyejin yang sukses mendapat jitakan kecil dari Taeri.

“Pabo… ya jelaslah, maksudku itu gaunmu. Aish, sudahlah, tidak ada gunanya berbicara dengan orang sepertimu.” Kata Taeri kesal, sementara Hyejin hanya memanyunkan bibirnya. “Kalau kau Moonhee-ah, kau mau memakai apa?”

“Memakai apa ne? Ah, entahlah yang jelas nanti pastinya aku akan memakai gaun yang benar-benar mewah. Ini kan acara yang special, terlebih lagi pangeran sekolah kita juga ada disana.” jawab Moonhee sambil senyam-senyum sendiri

“Hahaha… kau benar, aku juga. Eh, kudengar yeoja miskin itu mendapatkan kartu undangannya?” ucap Taeri.

“Kkurae, bagaimana bisa?” heran Hyejin sambil melirik tajam kearah Jaehyun. Jaehyun yang merasa risih pun mengalihkan pandangannya kearah luar jendela.

“Tsk, aku sama sekali tidak peduli. Walau pun dia dapat kartu undangan belum tentu juga dia bisa datang. Mana mungkin sih, yeoja miskin seperti dia mempunyai gaun untuk pesta mewah seperti ini.” Ejek Moonhee. Jaehyun yang mendengar hal itu pun menundukkan kepalanya.

‘Aish, benar juga… mana mungkin aku bisa datang ke pesta tanpa gaun?’ pikir Jaehyun dalam hati.

Sementara dari kejauhan Siwon memperhatikannya. Seulas senyumanpun terukir dari bibirnya.

.

.


Ketika pulang sekolah, suasana ruang kelas Jaehyun sudah nampak sepi. Yang ada hanya Jaehyun yang masih berkutat dengan buku-buku pelajarannya. Sesaat ia melipat kembali buku-buku tersebut dan memasukkannya ke dalam tas ransel.

Saat hendak keluar dari kelas, tanpa sengaja Jaehyun menendang sebuah kotak yang lumayan besar. Jaehyun mengernyitkan dahi. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling area tersebut. Namun tidak ada seorang pun yang ada di sekitar sana.

“Ige mwoya… milik siapa ini?” herannya sambil berjongkok kemudian mengambil kotak tersebut. Di bukanya kotak tersebut. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat isi dari kotak itu.

“Ommo, ige… ige… siapa yang meninggalkannya disini?” ucap Jaehyun.

Ia memandang takjub pada sebuah gaun mewah dan juga sepasang sepatu kaca di dalam kotak tersebut. Di atasnya juga terdapat secarik kertas. Jaehyun mengambilnya kemudian membaca tulisan di kertas tersebut.

Ini mungkin tidak seberapa,
Tapi aku tau bahwa kau pasti sedang membutuhkannya, bukan?
Aku ingin melihatmu memakai ini di pesta nanti
Jadilah Cinderella yang paling cantik.. ^^

-SW-

“Siapa pengirimnya? Ah, entahlah, siapapun orangnya aku akan sangat berterima kasih padanya.”

.

.

2 hari kemudian, Jaehyun baru saja selesai berdandan untuk pesta malam ini. Dia tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. Tiba-tiba eommanya mengetuk pintu dengan sedikit keras.

“Jaehyun-ah, kajja ppali… “ seru eommanya. Jaehyun memandang kearah pintu dengan sedikit kesal. Ia kemudian membuka pintu kamarnya dan menatap eommanya.

“Eomma… waeyo??” dengus Jaehyun kesal.

“Wah, anak eomma benar-benar cantik…” eomma Jaehyun memandang Jaehyun dengan tatapan takjub. Saat menyadari tatapan kesal anaknya, eomma Jaehyun melanjutkan pembicaraannya.

“Kau itu berdandan lama sekali… sudah ada mobil yang datang menghampirimu.” Tutur eomma Jaehyun. Jaehyun mengernyitkan dahi.

“Mobil? Mobil siapa?”

“Mana eomma tau, sudah cepat sana. Jangan biarkan orang yang ada di dalam mobil itu menunggumu terlalu lama.”

Setelah itu, Jaehyun pun keluar dari rumahnya dan terkejut melihat mobil Audi hitam yang terparkir di halaman rumahnya. Sementara sang sopir mobil tersebut dengan sigap membukakan pintu belakang mobil yang sebelah kanan.

Setelah Jaehyun masuk ke dalam mobil ia terkejut setelah melihat seorang namja tampan yang sangat familiar baginya di samping tempat ia duduk. Namja tersebut tersenyum manis kearah Jaehyun. Memperlihatkan kedua lesung pipitnya.

“Neo??” kejut Jaehyun.

“Annyeong…” sapa namja tampan tersebut.

“Ya, kalian berdua, selamat bersenang-senang!” seru eomma Jaehyun. Sementara Jaehyun hanya menggerutu kesal.

.

.

Di tempat pesta, suasana malam itu sangat ramai. Di tambah dengan alunan lagu romantis yang membuat siapa pun tenggelam dalam indahnya melodi lagu tersebut. Sesaat seorang namja dengan balutan tuxedo dan yeoja dengan white dressnya memasuki tempat pesta tersebut. Seluruh tamu undangan menatap takjub kearah mereka. Bahkan ada yang mengumpat kesal karena di bakar api cemburu. Siapa lagi kalau bukan Moonhee, Hyejin, dan Taeri.

“Tsk, bagaimana yeoja miskin itu bisa datang ke acara pesta seperti ini?” gerutu Moonhee.

“Ne… dan yang lebih parahnya lagi ia datang bersama pangeran sekolah kita, Choi Siwon!” sahut Hyejin.

“Tidak mungkin… ini pasti hanya khayalan kita, benar-benar mustahil!” gumam Taeri.

“Kajja, sudah siap menjadi Cinderella malam ini?” Tanya Siwon pada Jaehyun. Jaehyun hanya membalas dengan senyuman manis dan anggukan kepala. Perlahan-lahan mereka berdua berjalan memasuki ruang pesta.

“Aku tarik kata-kataku… Jaehyun itu benar-benar cantik!” puji salah seorang namja. Sementara teman-temannya langsung menanggapi dengan anggukan kepala, tanda setuju.

“Aish, kenapa harus yeoja itu? Seharusnyakan malam ini Siwon bersamaku!” keluh Moonhee sambil menghentakkan kakinya pada lantai ruangan tersebut.

.

.

“Cha, sekarang saatnya kita sampai pada puncak acara. Dimana akan diumumkan siapa yang menjadi prince and princess school malam ini.”seru seorang namja dengan pakaian formal dan kaca mata yang membingkai matanya di atas panggung.

Seluruh tamu undangan berkumpul di depan panggung tersebut. Berharap bahwa merekalah yang akan terpilih. Sementara Moonhee dengan percaya dirinya yakin bahwa dialah yang akan terpilih.

“Dan, untuk yang menjadi prince and princess school adalah…. “

“Sudah pasti itu Siwon dan aku!” kata Moonhee yang dibalas anggukan kepala oleh Hyejin dan Taeri.

“Hmmm… Choi Siwon dan…”

“Sudah kuduga…”

“Kang Jaehyun, berikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka berdua!”

“Mwo, i…itu tidak mungkin, benar-benar mustahil.”

“Untuk Choi Siwon dan Kang Jaehyun, silahkan menaiki panggung.”

Seluruh tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah. Siwon dan Jaehyun saling berpandangan sejenak. Siwon kemudian mengangguk dan mereka melangkah mendekati panggung. Lagi-lagi mereka berdua bergandengan tangan dengan mesra.

Setelah mereka berdua menaiki panggung, seorang yeoja cantik datang sambil membawa sebuah kotak yang dalamnya terdapat 2 mahkota. Siwon kemudian memakaikan mahkota tersebut kepuncak kepala Jaehyun, begitu pula sebaliknya. Seluruh tamu kembali bersorak. Jaehyun dan Siwon kemudian membungkuk sambil berpegangan tangan dan saling melemparkan senyum.

“Arraseyo, semuanya… saatnya kita berpesta!” seru namja tersebut selaku MC.

Seluruh tamu undangan terlihat sangat menikmati acara pesta malam itu. Ada beberapa dari mereka yang berdansa. Ada pula yang hanya mengobrol bersama teman sambil menikmati jamuan pesta. Sementara Moonhee, Hyejin, dan Taeri masih belum bisa menerima kegagalan mereka.

“Yak, waeyo, kenapa harus yeoja itu. Ne, memang aku akui kalau Jaehyun itu cantik malam ini. Tapi, tak bisakah aku menjadi princess-nya malam ini saja!” runtuk Hyejin yang langsung mendapat tatapan tajam dari Moonhee.

“Mwo, waeyo?” Tanya Hyejin tanpa merasa bersalah. Sementara Moonhee semakin kesal dibuatnya.

“Aish, tak bisakah kau ralat kalimatmu yang tadi?” bisik Taeri.

“Mwo, kalimat apa? Ah, itu…. Ne, kau yang paling cantik malam ini.” Sahut Hyejin pada Moonhee. Moonhee yang mendengarnya langsung tersenyum senang. “Tapi tetap saja, lebih cantik Jaehyun.” Tambahnya dengan mengecilkan volume suaranya, namun masih bisa didengar oleh Moonhee.

“Mwo, apa yang kau katakan tadi?” pekik Moonhee yang hanya di balas oleh cengiran Hyejin. Sementara Taeri hanya geleng-geleng kepala.

“Tsk, sudahlah, lebih baik kita nikmati saja pesta malam ini. Kita lupakan pangeran sekolah itu… E.. maksudku Choi Siwon. Bukankah disini masih ada banyak namja yang lebih tampan dari Siwon.” Ujar Taeri sambil merangkul Moonhee dan Hyejin.

“Hahaha… kau benar… kajja.. Move On!!” seru Moonhee.

.

.

Sementara itu Siwon dan Jaehyun sedang berdansa. Mereka saling melemparkan senyuman. Sesaat kemudian, tiba-tiba Jaehyun berhenti dan langsung berlari keluar gedung pesta. Siwon mengernyitkan dahi melihat Jaehyun yang sudah tidak terlihat lagi.

“Jaehyun-ah, kau mau kemana?” seru Siwon. Ia kemudian ikut berlari ke luar gedung pesta mengejar Jaehyun. Namun sayang, ia kehilangan jejak Jaehyun.

Siwon terus mencari-cari Jaehyun di sekitar lingkungan gedung pesta. Sesekali ia berteriak memanggil nama Jaehyun. Sudah hampir 30 menit ia habiskan untuk mencari keberadaan Jaehyun, namun ia sama sekali tidak menemukan keberadaan Jaehyun. Bahkan ini sudah hampir tengah malam, sebentar lagi pesta akan berakhir.

“Jaehyun-ah, kau ada dimana?” lirih Siwon, ia sudah benar-benar kehabisan tenaga untuk mencari-cari Jaehyun. Siwon kemudian menyandarkan dirinya di bangku taman dekat gedung pesta. Ketika sedang memejamkan mata, samar-samar ia mendengar suara seorang yeoja yang tengah menangis.

Siwon kemudian membuka matanya secara perlahan. Menelusuri setiap sudut taman. Berharap suara yang di dengarnya itu adalah suara yeoja yang dicarinya. Dan benar saja, ia melihat Jaehyun tengah menangis tersedu-sedu di bangku taman tak jauh dari tempatnya duduk. Siwon kemudian berdiri, menghampiri Jaehyun dan duduk disampingnya.

“Ternyata kau ada disini.” Kata Siwon tanpa memandang Jaehyun, melainkan mendongak melihat ribuan bintang yang bersinar terang di langit.

“Su… sunbae…” kejut Jaehyun sambil menghapus airmatanya dengan punggung tangannya.

“Tsk, sudah ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu. Panggil saja oppa, ige!” ujar Siwon sembari memberikan sapu tangannya pada Jaehyun. Jaehyun menatap Siwon dengan ragu, kemudian menerima sapu tangan tersebut. Siwon tersenyum, kemudian kembali ke aktivitasnya melihat bintang-bintang.

“Su… sunbae… ah, ani, maksudku… oppa, kenapa kau lakukan ini semua?” Tanya Jaehyun sambil mengusap air matanya dengan sapu tangan pemberian Siwon.

“Mwo?” heran Siwon.

“Itu, bukankah kau yang melakukannya? Memberiku kartu undangan, gaun, sepatu kaca, dan surat. Bukankah kau yang memberikannya?” timpal Jaehyun.

“Ah, ne, itu, aku melakukannya untuk mewujudkan impian seseorang…” jawab Siwon.

“Seseorang?” heran Jaehyun, ia mulai menatap serius pada Siwon yang masih mendongakkan kepalanya.

“Ne, seseorang yang benar-benar berarti di hidupku. Seseorang yang kini sudah tidak bisa lagi berada disampingku. Seseorang yang telah melahirkanku, eommaku.”

“Eommamu, waeyo?”

“Dia sudah meninggal setahun yang lalu…”

“Ommo, mianhae, oppa… aku benar-benar tidak bermaksud untuk… “ kata Jaehyun sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.

“Gwaenchanha… dulu sebelum eommaku pergi, dia sempat mengatakan sesuatu padaku. Dia ingin melihatku menikah dengan yeoja yang cantik dan baik hati seperti Cinderella. Namun sayang, hingga ajal menjemputnya pun aku belum bisa mewujudkan impiannya. Tapi sekarang ini aku sudah menemukan seorang yeoja yang dimaksudkan oleh eomma… Neo!”

“Nae? Ke…kenapa aku?”

“Entahlah, hatiku yang mengatakannya.”

.

.

Mereka terdiam beberapa saat, yang terdengar hanyalah suara kesunyian malam. Mereka berdua di sibukkan oleh pikiran mereka masing-masing. Hingga Siwon membuka pembicaraan kembali.

“Lalu kau, kenapa tiba-tiba kau lari dan menangis disini?” Tanya Siwon.

“A… aku.. aku takut menjadi seperti Cinderella. Aku takut diakhir ceritanya jika aku akan kembali ke wujudku yang semula pada tengah malam. Seorang yeoja miskin.” Balas Jaehyun, alasan yang konyol. Ia langsung menundukkan kepala karena malu telah mengatakan hal itu pada Siwon. Siwon hanya menanggapi dengan seulas senyuman manis.

“Kau tidak membaca ceritanya sampai akhir? Bukankah diakhir cerita Cinderella hidup bahagia bersama pangerannya? Kenapa kau harus takut?” sahut Siwon.

“Tapi…”

“Dengarkan aku, walaupun kau tidak menjadi Cinderella sungguhan. Tapi bagiku kau adalah Cinderellaku. Cinderella-ku yang akan menjadi milik seorang Choi Siwon. Cinderella-ku yang selalu berada di sisiku, kapanpun dan dimanapun. Cinderella-ku yang akan menemani hidupku untuk selamanya.”

“Apa yang kau maksudkan, oppa?”

Siwon kemudian berdiri dari duduknya lalu berlutut di depan Jaehyun. Ia mengeluarkan sebuah kotak cincin berlian dari saku celananya. Jaehyun hanya memandang penuh heran kearah Siwon.

“Jaehyun-ah, menikahlah denganku. Aku berjanji akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia. Maukah kau menerimaku?” kata Siwon.   

“Oppa.. aku… ne, aku mau.. “ balas Jaehyun.

Siwon tersenyum kemudian berdiri, Jaehyun juga ikut berdiri. Kini mereka berdiri berhadapan. Siwon mengambil cincin yang ada di dalam kotak tersebut kemudian memasangkan cincin di jari manis Jaehyun. Mereka berdua kemudian berpelukan. Siwon mengusap lembut rambut Jaehyun.

“Akan aku pastikan kita menikah setelah lulus. Saranghaeyo, Kang Jae Hyun!”

“Nado oppa… nado saranghaeyo…”



-END-

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

manusia ga luput dari kesalahan jadi kalo admin salah dimaafkan yaa ... jangan lupa RCL guys :)