FANFICTION
Title
: Cinderella in Seoul
Genre
: Romance, Family
Main
Cast : Kang Jae Hyun, Choi Siwon
DON’T
TO BE A SILENT READER
PLEASE
LEAVE A COMMENT
HAPPY
READING!!
.
.
Menjadi seorang Cinderella, dengan
balutan gaun mewah, sepatu kaca dan juga berdampingan dengan seorang pangeran
tampan adalah impian hampir semua yeoja. Tak terkecuali dengan seorang yeoja
remaja yang bersekolah di salah satu Senior High School di kota Seoul. Beberapa
kali Jaehyun sering mengangan-angankan impian tersebut. Ia berharap akan
mendapatkan perlakuan bak seorang Cinderella yang selalu dipuja-puja oleh
kebanyakan namja.
Namun apa daya, angan-angan itu
tetaplah menjadi angan-angan yang entah terwujud atau tidak. Yeoja itu hanyalah
seorang siswi yang beruntung mendapatkan beasiswa sehingga bisa bersekolah
disini. Kehidupannya sangat jauh dari kata kemewahan yang selama ini di miliki
kebanyakan siswa-siswi di sekolahnya.
Kalau biasanya kebanyakan dari
mereka selalu di antar jemput oleh mobil-mobil mewah, atau bahkan ada yang
menaiki mobil pribadi dan gonta-ganti setiap harinya. Jaehyun tidak seperti
itu. Kehidupannya benar-benar serba kekurangan. Eommanya hanyalah seorang
pedagang kaki lima di sebuah pasar tradisional. Yang pendapatannya bahkan hanya
cukup untuk makan mereka sehari-hari.
Tidak ada kata berfoya-foya dalam
hidupnya. Setiap waktu luang yang dimilikinya dihabiskan untuk membantu
eommanya di pasar. Atau bahkan biasanya ia hanya melamun. Berharap hidupnya
akan segera berubah di hari yang akan datang.
.
.
Sedangkan disisi lain, di kehidupan
yang jauh dari kehidupan Jaehyun. Kehidupan yang bisa di katakan amat sangat
mewah. Seorang namja bernama Choi Siwon yang mempunyai wajah tampan, kaya raya,
pandai, dan disukai banyak yeoja. Benar-benar kehidupan yang sempurna.
Betapa beruntungnya yeoja yang akan
mendampingi hidupnya nanti. Choi Siwon adalah seorang namja tampan bak seorang
pangeran di kisah-kisah dongeng kebanyakan. Ayahnya seorang pemilik yayasan di
sebuah sekolah ternama di kota Seoul.
Namun salah apabila mengira namja
ini adalah namja dengan penampilan yang cool, serba mewah, dan bertampang
seperti playboy. Walaupun ia kaya raya, ia adalah namja yang berpenampilan
sederhana. Ia tidak pernah menunjukkan kekayaannya yang sudah di ketahui bayak
orang. Hal ini lah yang membuat para yeoja semakin tergila-gila dengannya.
.
.
Pagi itu di sekolah mereka terjadi
sedikit keributan. Banyak siswa-siswi yang mengantri untuk mendapatkan undangan
yang di bagikan oleh 3 yeoja cantik. Jaehyun juga ikutan mengantri di bagian
paling belakang. Ia berpikir ini adalah kesempatan yang bagus untuk menjadi
Cinderella. Namun begitu tiba gilirannya, 3 yeoja itu mendadak mengatakan bahwa
tidak ada undangan untuknya.
“Ah, mianhae Jaehyun-ah… kurasa
tidak ada undangan lagi yang tersisa untukmu, benarkan Hyejin-ah, Taeri-ah?”
kata seorang yeoja bernama Shin Moon Hee dengan ekspresi yang dibuat-buat.
Kedua temannya, Hyejin dan Taeri hanya menanggapi dengan anggukan dan memandang
Jaehyun dengan tatapan meremehkan.
“Benarkah, tapi… kulihat masih ada
sisa satu di tanganmu?” balas Jaehyun sembari menunjuk kearah tangan Moonhee
yang memegang selembar undangan. Moonhee, Hyejin, dan Taeri malah
menertawainya.
“Hahaha… kau ini lucu sekali, undangan
itu kan untuk pangeran sekolah kita.” Sahut Taeri mengejek.
“Ne, benar… lagi pula mana mungkin
seorang yeoja sepertimu bisa datang ke acara yang super mewah itu. Aku yakin
kau pasti tidak memiliki satu gaun pun diantara tumpukan baju lusuhmu itu.”
Tambah Hyejin.
“Tsk, sudahlah, kajja kita pergi!
Aku benar-benar sudah tidak tahan berada di sini. Menyingkirlah kau!” Moonhee
mendorong Jaehyun hingga jatuh terduduk di lantai. Setelah ke-3 yeoja itu pergi
Jaehyun menangis sejadi-jadinya di tempat tersebut.
“Hiks… hiks… kenapa dunia begitu
kejam? Apa tidak ada kesempatan untuk yeoja miskin sepertiku menjadi seorang
Cinderella?” runtuknya. Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang
memperhatikannya. Dia adalah Choi Siwon. Siwon mengepalkan tangannya geram.
“Tunggu saja, aku akan mewujudkan
impianmu. Karena impianmu, impian eommaku juga.” Gumam Siwon.
.
.
Malam harinya, ketika Jaehyun hendak
menuju meja belajar untuk mengerjakan tugas rumah ia menemukan sebuah amplop
tergeletak di meja kecil dekat ranjangnya. Merasa penasaran, Jaehyun pun
mengambil amplop tersebut dan membukanya. Betapa terkejutnya ia ketika
mengetahui isi dari amplop tersebut.
“Ige… ige… ini benar-benar nyata?
Aku tidak sedang bermimpi kan?” gumam Jaehyun, matanya berkaca-kaca.
Ia kemudian berlari keluar kamar dan
mencari eommanya. Begitu melihat eommanya di ambang pintu ia langsung berlari
dan memeluk eommanya tersebut. Eommanya terheran-heran dengan sikap Jaehyun
yang tiba-tiba itu.
“Yak, anak eomma ini, waeyo…. Eh,
kenapa kau menangis? Siapa yang sudah membuat anak eomma yang manis ini
menangis? Eomma tidak akan segan-segan memberi pelajaran pada orang itu.” Kata
eomma Jaehyun sambil menghapus air mata Jaehyun yang mulai menetes. Jaehyun
tersenyum dan menggelengkan kepala.
“Ani… bukan itu… aku menangis bukan
karena ada yang berbuat jahat padaku atau apa. Tapi aku menangis karena ini…
aku benar-benar bahagia eomma. Siapa yang memberikan ini?” kata Jaehyun sembari
menunjukkan sebuah amplop.
“Ah… itu, tadi ada seorang namja
tampan yang memberikannya pada eomma sewaktu eomma berjualan di pasar. Namja
itu mengenakan seragam yang sama dengan sekolahmu. Sepertinya ia satu sekolah
denganmu. Dia bilang itu untukmu, jadi ketika eomma pulang, eomma menaruh itu
di kamarmu.” Terang eomma Jaehyun panjang lebar. “Memang apa isinya?
Sampai-sampai kau begitu bahagia hingga menangis seperti itu.”
“Eomma ingin tau saja… ini rahasia
anak muda.” Balasnya.
“Mwo, apa itu surat cinta? Yak,
sejak kapan anak eomma yang manis ini punya namjachingu? Kenapa tidak pernah
memperkenalkannya? Aish… kau ini!”
“Namjachingu apa, aku benar-benar
tidak punya. Lagi pula siapa yang mau dengan yeoja miskin sepertiku.”
“Siapa bilang, anak eomma ini kan
cantik.”
“Aish, eomma… kau ini, sudahlah aku
sudah mengantuk. Aku tidur dulu…” kata Jaehyun sambil mencium pipi kanan
eommanya. “Jaljayo… selamat malam, eomma.”
.
.
Keesokan harinya di sekolah, seluruh
siswa dan siswi sedang membicarakan tentang pesta yang akan diadakan di sekolah
2 hari lagi. Sementara Jaehyun hanya diam saja mendengarkan pembicaraan mereka.
Percuma juga dia ikut berbicara, yang ada ia malah tidak didengarkan dan malah
diacuhkan.
Di sekolah, Jaehyun memang tidak
memiliki seorang teman pun. Semua teman-teman di kelasnya mengucilkannya.
Bahkan tidak ada satu orang pun yang mau duduk sebangku dengannya. Mereka
bilang mereka tidak mau mendekatinya karena takut terbawa sial dan akhirnya
jatuh miskin. Alasan yang konyol memang.
Perhatian Jaehyun pun teralihkan
pada sekelompok yeoja cantik yang duduk tak jauh darinya.
“Hey… Hyejin-ah, kau mau memakai apa
nanti?” Tanya Taeri
“Hmmm… memakai bajulah!” seru Hyejin
yang sukses mendapat jitakan kecil dari Taeri.
“Pabo… ya jelaslah, maksudku itu
gaunmu. Aish, sudahlah, tidak ada gunanya berbicara dengan orang sepertimu.”
Kata Taeri kesal, sementara Hyejin hanya memanyunkan bibirnya. “Kalau kau
Moonhee-ah, kau mau memakai apa?”
“Memakai apa ne? Ah, entahlah yang
jelas nanti pastinya aku akan memakai gaun yang benar-benar mewah. Ini kan
acara yang special, terlebih lagi pangeran sekolah kita juga ada disana.” jawab
Moonhee sambil senyam-senyum sendiri
“Hahaha… kau benar, aku juga. Eh,
kudengar yeoja miskin itu mendapatkan kartu undangannya?” ucap Taeri.
“Kkurae, bagaimana bisa?” heran
Hyejin sambil melirik tajam kearah Jaehyun. Jaehyun yang merasa risih pun
mengalihkan pandangannya kearah luar jendela.
“Tsk, aku sama sekali tidak peduli.
Walau pun dia dapat kartu undangan belum tentu juga dia bisa datang. Mana
mungkin sih, yeoja miskin seperti dia mempunyai gaun untuk pesta mewah seperti
ini.” Ejek Moonhee. Jaehyun yang mendengar hal itu pun menundukkan kepalanya.
‘Aish, benar juga… mana mungkin aku
bisa datang ke pesta tanpa gaun?’ pikir Jaehyun dalam hati.
Sementara dari kejauhan Siwon
memperhatikannya. Seulas senyumanpun terukir dari bibirnya.
.
.
Ketika pulang sekolah, suasana ruang
kelas Jaehyun sudah nampak sepi. Yang ada hanya Jaehyun yang masih berkutat
dengan buku-buku pelajarannya. Sesaat ia melipat kembali buku-buku tersebut dan
memasukkannya ke dalam tas ransel.
Saat hendak keluar dari kelas, tanpa
sengaja Jaehyun menendang sebuah kotak yang lumayan besar. Jaehyun
mengernyitkan dahi. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling area tersebut.
Namun tidak ada seorang pun yang ada di sekitar sana.
“Ige mwoya… milik siapa ini?”
herannya sambil berjongkok kemudian mengambil kotak tersebut. Di bukanya kotak
tersebut. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat isi dari kotak itu.
“Ommo, ige… ige… siapa yang
meninggalkannya disini?” ucap Jaehyun.
Ia memandang takjub pada sebuah gaun
mewah dan juga sepasang sepatu kaca di dalam kotak tersebut. Di atasnya juga
terdapat secarik kertas. Jaehyun mengambilnya kemudian membaca tulisan di
kertas tersebut.
Ini mungkin tidak seberapa,
Tapi aku tau bahwa kau pasti sedang membutuhkannya, bukan?
Aku ingin melihatmu memakai ini di pesta nanti
Jadilah Cinderella yang paling cantik.. ^^
-SW-
“Siapa pengirimnya? Ah, entahlah,
siapapun orangnya aku akan sangat berterima kasih padanya.”
.
.
2 hari kemudian, Jaehyun baru saja
selesai berdandan untuk pesta malam ini. Dia tersenyum melihat pantulan dirinya
di cermin. Tiba-tiba eommanya mengetuk pintu dengan sedikit keras.
“Jaehyun-ah, kajja ppali… “ seru
eommanya. Jaehyun memandang kearah pintu dengan sedikit kesal. Ia kemudian
membuka pintu kamarnya dan menatap eommanya.
“Eomma… waeyo??” dengus Jaehyun kesal.
“Wah, anak eomma benar-benar
cantik…” eomma Jaehyun memandang Jaehyun dengan tatapan takjub. Saat menyadari
tatapan kesal anaknya, eomma Jaehyun melanjutkan pembicaraannya.
“Kau itu berdandan lama sekali…
sudah ada mobil yang datang menghampirimu.” Tutur eomma Jaehyun. Jaehyun
mengernyitkan dahi.
“Mobil? Mobil siapa?”
“Mana eomma tau, sudah cepat sana.
Jangan biarkan orang yang ada di dalam mobil itu menunggumu terlalu lama.”
Setelah itu, Jaehyun pun keluar dari
rumahnya dan terkejut melihat mobil Audi hitam yang terparkir di halaman
rumahnya. Sementara sang sopir mobil tersebut dengan sigap membukakan pintu
belakang mobil yang sebelah kanan.
Setelah Jaehyun masuk ke dalam mobil
ia terkejut setelah melihat seorang namja tampan yang sangat familiar baginya
di samping tempat ia duduk. Namja tersebut tersenyum manis kearah Jaehyun.
Memperlihatkan kedua lesung pipitnya.
“Neo??” kejut Jaehyun.
“Annyeong…” sapa namja tampan
tersebut.
“Ya, kalian berdua, selamat
bersenang-senang!” seru eomma Jaehyun. Sementara Jaehyun hanya menggerutu
kesal.
.
.
Di tempat pesta, suasana malam itu
sangat ramai. Di tambah dengan alunan lagu romantis yang membuat siapa pun
tenggelam dalam indahnya melodi lagu tersebut. Sesaat seorang namja dengan balutan
tuxedo dan yeoja dengan white dressnya memasuki tempat pesta tersebut. Seluruh
tamu undangan menatap takjub kearah mereka. Bahkan ada yang mengumpat kesal
karena di bakar api cemburu. Siapa lagi kalau bukan Moonhee, Hyejin, dan Taeri.
“Tsk, bagaimana yeoja miskin itu
bisa datang ke acara pesta seperti ini?” gerutu Moonhee.
“Ne… dan yang lebih parahnya lagi ia
datang bersama pangeran sekolah kita, Choi Siwon!” sahut Hyejin.
“Tidak mungkin… ini pasti hanya
khayalan kita, benar-benar mustahil!” gumam Taeri.
“Kajja, sudah siap menjadi
Cinderella malam ini?” Tanya Siwon pada Jaehyun. Jaehyun hanya membalas dengan
senyuman manis dan anggukan kepala. Perlahan-lahan mereka berdua berjalan
memasuki ruang pesta.
“Aku tarik kata-kataku… Jaehyun itu
benar-benar cantik!” puji salah seorang namja. Sementara teman-temannya
langsung menanggapi dengan anggukan kepala, tanda setuju.
“Aish, kenapa harus yeoja itu?
Seharusnyakan malam ini Siwon bersamaku!” keluh Moonhee sambil menghentakkan
kakinya pada lantai ruangan tersebut.
.
.
“Cha, sekarang saatnya kita sampai
pada puncak acara. Dimana akan diumumkan siapa yang menjadi prince and princess
school malam ini.”seru seorang namja dengan pakaian formal dan kaca mata yang
membingkai matanya di atas panggung.
Seluruh tamu undangan berkumpul di
depan panggung tersebut. Berharap bahwa merekalah yang akan terpilih. Sementara
Moonhee dengan percaya dirinya yakin bahwa dialah yang akan terpilih.
“Dan, untuk yang menjadi prince and
princess school adalah…. “
“Sudah pasti itu Siwon dan aku!”
kata Moonhee yang dibalas anggukan kepala oleh Hyejin dan Taeri.
“Hmmm… Choi Siwon dan…”
“Sudah kuduga…”
“Kang Jaehyun, berikan tepuk tangan
yang meriah untuk mereka berdua!”
“Mwo, i…itu tidak mungkin,
benar-benar mustahil.”
“Untuk Choi Siwon dan Kang Jaehyun,
silahkan menaiki panggung.”
Seluruh tamu undangan bertepuk
tangan dengan meriah. Siwon dan Jaehyun saling berpandangan sejenak. Siwon
kemudian mengangguk dan mereka melangkah mendekati panggung. Lagi-lagi mereka
berdua bergandengan tangan dengan mesra.
Setelah mereka berdua menaiki
panggung, seorang yeoja cantik datang sambil membawa sebuah kotak yang dalamnya
terdapat 2 mahkota. Siwon kemudian memakaikan mahkota tersebut kepuncak kepala
Jaehyun, begitu pula sebaliknya. Seluruh tamu kembali bersorak. Jaehyun dan
Siwon kemudian membungkuk sambil berpegangan tangan dan saling melemparkan
senyum.
“Arraseyo, semuanya… saatnya kita
berpesta!” seru namja tersebut selaku MC.
Seluruh tamu undangan terlihat
sangat menikmati acara pesta malam itu. Ada beberapa dari mereka yang berdansa.
Ada pula yang hanya mengobrol bersama teman sambil menikmati jamuan pesta.
Sementara Moonhee, Hyejin, dan Taeri masih belum bisa menerima kegagalan
mereka.
“Yak, waeyo, kenapa harus yeoja itu.
Ne, memang aku akui kalau Jaehyun itu cantik malam ini. Tapi, tak bisakah aku
menjadi princess-nya malam ini saja!” runtuk Hyejin yang langsung mendapat
tatapan tajam dari Moonhee.
“Mwo, waeyo?” Tanya Hyejin tanpa
merasa bersalah. Sementara Moonhee semakin kesal dibuatnya.
“Aish, tak bisakah kau ralat
kalimatmu yang tadi?” bisik Taeri.
“Mwo, kalimat apa? Ah, itu…. Ne, kau
yang paling cantik malam ini.” Sahut Hyejin pada Moonhee. Moonhee yang
mendengarnya langsung tersenyum senang. “Tapi tetap saja, lebih cantik
Jaehyun.” Tambahnya dengan mengecilkan volume suaranya, namun masih bisa
didengar oleh Moonhee.
“Mwo, apa yang kau katakan tadi?” pekik
Moonhee yang hanya di balas oleh cengiran Hyejin. Sementara Taeri hanya
geleng-geleng kepala.
“Tsk, sudahlah, lebih baik kita
nikmati saja pesta malam ini. Kita lupakan pangeran sekolah itu… E.. maksudku
Choi Siwon. Bukankah disini masih ada banyak namja yang lebih tampan dari
Siwon.” Ujar Taeri sambil merangkul Moonhee dan Hyejin.
“Hahaha… kau benar… kajja.. Move
On!!” seru Moonhee.
.
.
Sementara itu Siwon dan Jaehyun
sedang berdansa. Mereka saling melemparkan senyuman. Sesaat kemudian, tiba-tiba
Jaehyun berhenti dan langsung berlari keluar gedung pesta. Siwon mengernyitkan
dahi melihat Jaehyun yang sudah tidak terlihat lagi.
“Jaehyun-ah, kau mau kemana?” seru
Siwon. Ia kemudian ikut berlari ke luar gedung pesta mengejar Jaehyun. Namun
sayang, ia kehilangan jejak Jaehyun.
Siwon terus mencari-cari Jaehyun di
sekitar lingkungan gedung pesta. Sesekali ia berteriak memanggil nama Jaehyun.
Sudah hampir 30 menit ia habiskan untuk mencari keberadaan Jaehyun, namun ia
sama sekali tidak menemukan keberadaan Jaehyun. Bahkan ini sudah hampir tengah
malam, sebentar lagi pesta akan berakhir.
“Jaehyun-ah, kau ada dimana?” lirih
Siwon, ia sudah benar-benar kehabisan tenaga untuk mencari-cari Jaehyun. Siwon
kemudian menyandarkan dirinya di bangku taman dekat gedung pesta. Ketika sedang
memejamkan mata, samar-samar ia mendengar suara seorang yeoja yang tengah
menangis.
Siwon kemudian membuka matanya
secara perlahan. Menelusuri setiap sudut taman. Berharap suara yang di
dengarnya itu adalah suara yeoja yang dicarinya. Dan benar saja, ia melihat
Jaehyun tengah menangis tersedu-sedu di bangku taman tak jauh dari tempatnya
duduk. Siwon kemudian berdiri, menghampiri Jaehyun dan duduk disampingnya.
“Ternyata kau ada disini.” Kata
Siwon tanpa memandang Jaehyun, melainkan mendongak melihat ribuan bintang yang
bersinar terang di langit.
“Su… sunbae…” kejut Jaehyun sambil
menghapus airmatanya dengan punggung tangannya.
“Tsk, sudah ku bilang jangan panggil
aku dengan sebutan itu. Panggil saja oppa, ige!” ujar Siwon sembari memberikan
sapu tangannya pada Jaehyun. Jaehyun menatap Siwon dengan ragu, kemudian
menerima sapu tangan tersebut. Siwon tersenyum, kemudian kembali ke
aktivitasnya melihat bintang-bintang.
“Su… sunbae… ah, ani, maksudku…
oppa, kenapa kau lakukan ini semua?” Tanya Jaehyun sambil mengusap air matanya
dengan sapu tangan pemberian Siwon.
“Mwo?” heran Siwon.
“Itu, bukankah kau yang
melakukannya? Memberiku kartu undangan, gaun, sepatu kaca, dan surat. Bukankah
kau yang memberikannya?” timpal Jaehyun.
“Ah, ne, itu, aku melakukannya untuk
mewujudkan impian seseorang…” jawab Siwon.
“Seseorang?” heran Jaehyun, ia mulai
menatap serius pada Siwon yang masih mendongakkan kepalanya.
“Ne, seseorang yang benar-benar berarti
di hidupku. Seseorang yang kini sudah tidak bisa lagi berada disampingku.
Seseorang yang telah melahirkanku, eommaku.”
“Eommamu, waeyo?”
“Dia sudah meninggal setahun yang
lalu…”
“Ommo, mianhae, oppa… aku
benar-benar tidak bermaksud untuk… “ kata Jaehyun sambil menutup mulut dengan
kedua tangannya.
“Gwaenchanha… dulu sebelum eommaku
pergi, dia sempat mengatakan sesuatu padaku. Dia ingin melihatku menikah dengan
yeoja yang cantik dan baik hati seperti Cinderella. Namun sayang, hingga ajal
menjemputnya pun aku belum bisa mewujudkan impiannya. Tapi sekarang ini aku
sudah menemukan seorang yeoja yang dimaksudkan oleh eomma… Neo!”
“Nae? Ke…kenapa aku?”
“Entahlah, hatiku yang
mengatakannya.”
.
.
Mereka terdiam beberapa saat, yang
terdengar hanyalah suara kesunyian malam. Mereka berdua di sibukkan oleh
pikiran mereka masing-masing. Hingga Siwon membuka pembicaraan kembali.
“Lalu kau, kenapa tiba-tiba kau lari
dan menangis disini?” Tanya Siwon.
“A… aku.. aku takut menjadi seperti
Cinderella. Aku takut diakhir ceritanya jika aku akan kembali ke wujudku yang
semula pada tengah malam. Seorang yeoja miskin.” Balas Jaehyun, alasan yang
konyol. Ia langsung menundukkan kepala karena malu telah mengatakan hal itu
pada Siwon. Siwon hanya menanggapi dengan seulas senyuman manis.
“Kau tidak membaca ceritanya sampai
akhir? Bukankah diakhir cerita Cinderella hidup bahagia bersama pangerannya?
Kenapa kau harus takut?” sahut Siwon.
“Tapi…”
“Dengarkan aku, walaupun kau tidak
menjadi Cinderella sungguhan. Tapi bagiku kau adalah Cinderellaku.
Cinderella-ku yang akan menjadi milik seorang Choi Siwon. Cinderella-ku yang
selalu berada di sisiku, kapanpun dan dimanapun. Cinderella-ku yang akan
menemani hidupku untuk selamanya.”
“Apa yang kau maksudkan, oppa?”
Siwon kemudian berdiri dari duduknya
lalu berlutut di depan Jaehyun. Ia mengeluarkan sebuah kotak cincin berlian
dari saku celananya. Jaehyun hanya memandang penuh heran kearah Siwon.
“Jaehyun-ah, menikahlah denganku.
Aku berjanji akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia. Maukah kau
menerimaku?” kata Siwon.
“Oppa.. aku… ne, aku mau.. “ balas
Jaehyun.
Siwon tersenyum kemudian berdiri,
Jaehyun juga ikut berdiri. Kini mereka berdiri berhadapan. Siwon mengambil
cincin yang ada di dalam kotak tersebut kemudian memasangkan cincin di jari
manis Jaehyun. Mereka berdua kemudian berpelukan. Siwon mengusap lembut rambut
Jaehyun.
“Akan aku pastikan kita menikah
setelah lulus. Saranghaeyo, Kang Jae Hyun!”
“Nado oppa… nado saranghaeyo…”
-END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
manusia ga luput dari kesalahan jadi kalo admin salah dimaafkan yaa ... jangan lupa RCL guys :)