FANFICTION
Sunbaenim I LOVE YOU !!!!
Length : Oneshoot
Genre : Romance (maybe :D)
Cast :
• Yoon Hye Yeon
• Cho Kyuhyun
• Park Jung Ri
• Yesung
• And other cast
typo bertebaran author minta maaf^^
Author POV
“Aissh Yeonnie, sampai kapan kau mau melihat sunbae itu
hah?”
Tampak seorang yeoja tengah bertanya pada yeoja
disampingnya yang terfokus memandang seorang namja yang duduk di bangku taman
belakang sekolah mereka.
“Entahlah Ri-ya. Sepertinya sunbaenim terlihat semakin
tampan setiap harinya. Ahh, aku semakin mengaguminya.” Yeoja bernama Yoon Hye
Yeon itu tampak kagum akan pesona sunbae nya.
“Percuma kau terus mengatakan hal yang sama setiap harinya.
Aku bosan mendengar ocehan mu itu. Harusnya kau mengucapkan langsung padanya
jangan padaku.”
“Aish Jung Ri babo!! Kalau aku memberitahu nya, lalu ia
menolak cintaku? Eottohke? Mau di taruh dimana muka ku? Lebih baik seperti ini
kan? menjadi secret admirer nya. Setidaknya aku tidak akan membuatnya
membenciku.”
“terserah kau saja lah. Mau kamu mengucapkan sampai seribu
kalipun kalau kau mencintainya, ia tetap tidak akan tau. Kau tau? Lama-lama kau
bisa gila karena memendam perasaan mu itu Yeonnie.”
“Mwo? Siapa yang menjadi gila chagi?” tiba-tiba seorang
namja menghampiri kedua yeoja tersebut.
“Issh oppa kau mengagetkan ku saja.” Ucap yeoja bernama
Park Jung Ri itu kepada namjachingunya Kim Jong Woon a.k.a Yesung. Mereka
berdua seolah lupa akan keberadaan Hye Yeon di sekitar mereka.
“YAA! Terus saja kalian bermesraan di hadapanku!” Teriak
Hye Yeon marah.
“kekeke mianhe Yeonnie, makanya cari namjachingu sana!
Jangan menjomblo terus.” Dengan santainya Yesung berkata seperti itu pada Hye
Yeon dan pergi bersama Jung Ri. Sementara Hye Yeon hanya mendelik kesal kepada
namja dan yeoja yang telah menjadi sahabatnya selama 4 tahun itu.
“Dasar pasangan aneh!” Hye yeon pun kembali kepada
aktifitas nya semula. Memandangi namja yang telah merebut hatinya selama ia
bersekolah di Shinchung Senir High School. Ia mengedarkan matanya mencari namja
tersebut yang telah beranjak dari tempat duduknya semula.
Greep, sebuah tangan melekat di bahu kiri Hye Yeon.
“Kau mencariku?” ucap seorang namja dari belakang Hye Yeon
dan otomatis membuat yeoja itu membalikkan badannya.
“Eoh? A,,ani sunbae, aku sedang mencari sahabat-sahabatku.”
“Jinjja?”
“Ne,”
“Ya sudah kalau begitu, jangan terus celingak-celinguk
seperti itu! Kau terlihat babo!”
Yoon Hye Yeon POV
Mwoo? Kyuhyun sunbae memanggilku babo? Harusnya aku marah,
tapi kenapa jantungku berdetak sangat cepat sejak ia berbicara padaku? Eomma,
eottohke??rasanya sesak,, seperti tidak ada oksigen di tempat ku berdiri
sekarang.
Kulihat ia pergi meninggalkan ku dan terfokus pada psp nya
lagi. Sunbae, taukah kau? Aku rela kau panggi babo setiap hari asalkan kau mau
menyapaku seperti tadi. Hihihi sepertinya aku harus memberitahukan peristiwa
langka ini pada Jung Ri dan Yesung. Tapi kemana mereka?
***
“Kalian berdua darimana saja eoh?? Aku mencari kalian
kemana-mana!”
“Mianhae Yeonnie, aku sibuk pacaran dengan pacarku yang
cantik ini hingga melupakan mu.” Dasar Yesung itu tidak pernah berubah selalu
saja gombal di depan yeojachingu nya -__-“. Apa ia tidak lihat wajah Jung Ri
sudah memerah sekarang? Apa kepala besarnya itu berisi gombalan semua? hhe
“Kali ini kalian aku maafkan. Tapi awas kalau kalian
meninggalkan ku sendiri lagi. Akan kucincang kalian.” Kuberikan death glare
terbaik ku. “ Ah ne, aku punya berita bagus. Apakah kalian tau apa itu?”
“Dasar babo!! Mana mungkin kami tau kalau kau tidak
memberitahunya. Cepat beritahu kami. Jangan buat kami penasaran.”
Pletakkk
Jitakan ku mendarat tepat di kepala besarnya itu. “Aku
tidak babo, dan jangan menyebut ku babo!! Arraseo?”
“Ne, arra. Tapi apa beritanya?”
“Mmmhhh, Kyuhyun sunbae tadi mengajak ku bicara dan kalian
tahu apa? Ia memanggilku dengan panggilan sayang.”
“Mwoo? Panggilan sayang? Apa itu?” Tanya Jung Ri penasaran.
“Babo.” Ucapku dengan malu-malu.
“Hahahaha Hye Yeon, kau memang benar-benar babo. Kau tau
Yeonnie? Dia itu sedang mengejek mu bukan memanggilmu dengan panggilan sayang.
Hahahaha.” Kulihat Yesung tertawa lagi.
“Aish,, tapi ia mengucapkannya dengan pelafalan yang
berbeda.” Kutinggalkan saja kedua jelmaan manusia itu yang masih sibuk
menertawakanku. Teman macam apa mereka? Bukannya mendukung ku malah
menertawakanku. Seharusnya mereka bilang ‘wah,, itu suatu kemajuan besar
Yeonnie. Kau dapat berbicara dengan Kyuhyun sunbae’ bukannya menertawakanku .
tapi mau bagaimana lagi, itulah teman-temanku. Ahhh lelahnya hari ini, lebih
baik aku pulang dari pada harus melihat mereka berpacaran di sini.
***
Yoon Hye Yeon House
Aku tengah berada di rumahku sekarang. Ani, tepatnya di
balkon kamarku. Tengah menatap rumah yang berada di depan rumahku. Hihihi.. apa
kalian tau? Tuhan sangat baik padaku. Buktinya ia mendekatkan ku dengan namja
yang ku sukai. Bingo! rumah di depan ku itu adalah rumah Kyuhyun sunbae, aku
mengetahuinya setelah 2 hari aku tinggal di rumah ini. Dan kalian tau? Kegiatan
yang sangat mengasyikan dari balkon ini? Yaitu melihat kegiatan Kyuhyun sunbae
di dalam kamarnya dengan teleskop bintang ku. Memang tidak sopan, tapi apa
boleh buat? Ini satu-satunya cara.
“Yeonnie, jangan terus mengintip namja yang berada di
seberang rumah kita. Apa kau mau matamu itu menjadi bengkak dan merah karena
mengintip orang tanpa ijin.” Seru eomma di belakang ku.
“Eomma, ,, eomma ini bagaimana sih? Namanya juga mengintip,
mana mungkin harus meminta ijin dulu?” muka ku pasti sudah merah seperti
kepiting rebus gara-gara ketahuan sedang mengintip oleh eomma.
“Ige, berikan kue ini ke kediaman keluarga Cho. Kita harus
menjadi tetangga yang baik selama kita tinggal di sini.”
“Nde? Jeongmal eomma?? Ahh, baiklah aku akan
memberikannya.” Jawabku antusias dan segera mengambil kue yang eomma berikan
padaku. Sunbae,, I’m coming…
***
@Cho family’s house
TING TONG
Ku tekan tombol bel rumah ini. Aissh, eottohke? Aku sangat
gugup. Bagaimana kalau yang membukakan pintu adalah Kyuhyun sunbae? Aku harus
bilang apa?
Ckleekkk
Pintu rumah ini terbuka. Kulihat seorang waita yang kira
kira 4 tahun lebih tua dariku.
“Annyeong eonni. Aku tetangga baru eon. Ini ada kiriman kue
dari eomma ku”
“Ohh, kau dari keluarga Yoon yang baru pindah itu ya? Aku
Cho Ahra. Kajja, masuk dulu.” Ahra eonni menarik ku masuk menuju rumahnya.
Omona, rumahnya bagus sekali. Desain interior nya sangat mewah dan elegan. Aku
serasa sedang di sebuah istana sekarang.
“Tutup mulutmu, apa kau mau mengotori rumah ku dengan air
liur mu hah??” Apa dia bilang? Dasar kurang ajar. Baru saja aku hendak
memarahinya, namun ku urungkan niatku itu setelah aku mengetahui siapa yang
berbicara padaku. Dia,, Kyuhyun sunbae? Tapi mengapa kata-katanya tajam sekali?
“Wae? Mengapa kau melihatku seperti itu? Apa kau ingin
memarahiku? Ckk, dasar babo!” Aissh Tuan Cho, berhentilah bersikap sinis
seperti itu. Atau perasaan cintaku padamu akan berubah menjadi benci.
Kulihat kini dia pergi menuju lantai dua, menuju kamarnya.
Tanpa kusadari, Ahra eonni telah kembali dari dapur dan berdiri disampingku.
“Kau sedang memperhatikan siapa? Serius sekali.” Ahra eonni
menggodaku.
“Ani eonni, aku hanya kagum dengan interior rumah ini.”
“Kagum dengan rumah ini atau kagum dengan orang yang
tinggal di rumah ini?” Ahra eonni menggodaku.
“Maksud eonni?”
“Cho Kyuhyun, nae namdongsaeng.” Kulihat ia tersenyum
menggoda ke arahku. Ahra eonni tau saja.
“Ani eonni, oh ya eonni sudah memindahkan tempatnya? Kalau
begitu aku permisi pulang.”
“Chamkkaman! Boleh aku meminta nomor hp mu? Aku ingin
semakin dekat denganmu. Kau tau dari dulu aku ingin punya yeodongsaeng. Dan
sepertinya kau cocok.” Cocok?? Apa maksudnya?
“Cocok? Maksud eonni??” Aku jadi bingung.
“Ani, mmh maksudku kita kan bisa jadi tambah dekat. Dan
sekali-kali aku bisa memintamu berkunjung ke rumahku selama aku di Korea.
Bukankah menyenangkan bila kita bisa saling mengenal lebih dekat lagi??
Seperti kakak dan adik kandung, eotte??”
“Oh, begitu. Kalau begitu ini nomor hp ku eon.” Setelah
bertukar nomor ponsel dengan Ahra eonni akupun pamit pulang.
***
Tidak terasa sudah 1 bulan aku tinggal di rumah baruku ini.
Sangat menyenangkan. Karena selain aku bisa mengetahui aktifitas sehari-hari
Kyuhyun sunbae, aku juga dekat dengan Ahra eonni. bahkan hampir setiap hari aku
main ke rumahnya kkkkk~ sangat meyenangkan bukan? Tapi dibalik semua kemudahan
ku mendekati Kyuhyun sunbae, aku merasa ia semakin meras risih dengan
keberadaan ku. buktinya selama di sekolah ia hanya menatapku tajam, seolah-olah
aku mempunyai salah yang besar terhadapnya.
Hhhh~ tapi bagaimana pun aku harus menerima nasibku.
Diacuhkan oleh orang yang aku sukai, sudah wajar bagiku. Asalkan aku bisa tetap
dekat dengannya, menurutku itu merupakan suatu anugerah.
Seperti hari ini, aku sedang mengamati Kyuhyun sunbae yang
sedang membaca buku di taman belakang sekolah. Dia terlihat tampan kkkke .
“Yaa!! Yeonnie, mau sampai kita disini terus?? Mengamati orang
yang belum tentu tau kalau kita sedang memperhatikannya. Aku lelah perutku
lapar, dan sebentar lagi waktu istirahat akan segera habis,” aissh, dritadi
Jung Ri mengerutu terus.
“Jangan berisik Ri-ya. Apakah kau mau Kyuhyun sunbae tau
kalau kita sedang memperhatikannya dari tadi!” aku mengahadap Jung Ri, namu
orang itu sudah tidak ada ditempatnya. Aissh, kemana yeoja itu?
Dari tempat ku berdiri aku melihat seorang yeoja tengah
menghampiri Kyuhyun sunbae. Tunggu dulu, sepertinya aku tau siapa yeoja itu. Omona!!
Itu jung Ri, aissh untuk apa ia menghampiri Kyuhyun sunbae? Kulihat ia seperti
mengatakan sesuatu pada Kyuhyun sunbae, tapi aku tidak tau apa yang sedang ia
bicarakan *Author : hye Yeon babo, ya iyalah ngga bisa denger orang jaraknya
jauh hhe oke abaikan author* kelihatannya Kyuhyun sunbae tampak terkejut dengan
apa yang dikatakan Jung Ri padanya. Awas saja kau Park Jung Ri kalau sampai kau
berkata macam-macam, habislah si kepala besar kekasihmu itu.
Kini Jung Ri pergi meninggalkan Kyuhyun sunbae, dan
berjalan ke arahku.
“apa yang baru saja kau katakan padanya Jung Ri-ya?”
“aku mengatakan tentang perasaan mu padanya.” Mwo?? Ia
memberitahu kalau aku menyukai Kyuhyun sunbae pada orangnya. Mau di taruh
dimana mukaku?
“Yaaa~ kau itu bodoh atau apa? Kenapa kau bisa
memberitahunya!!”
“Dengar ya nona Yoon, aku sudah lelah melihat kelakuan mu
yang sok menjadi secret admirer Kyuhyun sunbae. Bukankan lebih baik seperti
ini? Masalah ia menyukai mu atau tidak itu urusan belakangan. Yang sekarang ia
sudah tau kalau kau menyukainya.” Jung ri berlalu dari hadapanku.
Aku hanya bisa mematung di tempatku berdiri. Meskipun ku
dengar bel masuk berbunyi, tapi aku seolah tidak bisa beranjak dari tempatku.
Yang ada di pikiran ku sekarang adalah apa yang akan dilakukan seorang Cho
Kyuhyun setelah mendengarkan pernyataan cintaku secara tidak langsung??
***
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Membuat semua murid yang
lelah setelah menghabisakan setengah hari mereka untuk belajar di sekolah
seperti seekor burung yang lepas dari sangkarnya. Begitu pun juga aku. Tapi aku
tidak ingin keluar dari kelas sekarang. Bukan,,, bukan karena aku seorang kutu
buku yang masih betah berada di dekolah. Tapi karena dari tadi sekumpulan yeoja
diluar sedang berteriak-teriak memanggil nama Kyuhyun sunbae di depan kelas ku.
sepertinya orang yang mereka elu-elukan itu tengah berdiri di depan kelasku.
Eottohke? Bagaimana aku menghadapinya.
Dengan keberanian yang kukumpulkan, aku memberanikan keluar
dari dalam kelas. Tampak sesosok namja sedang bersandar di salah satu pilar di
depan kelasku. Tampak juga segerombolan yeoja yang menyebut diri mereka Sparkyu
(kupikir itu nama fanbase Kyuhyun sunbae) tengah berada disekeliling Kyuhyun
sunbae yang tengah mendengarkan music dari ipodnya.
Aku berjalan melewati Kyuhyun sunbae. Bukan karena aku
ingin mencari perhatiannya, tapi memang itulah jalan yang tersisa karena jalan
yang lain tertutup blockade Sparkyu -__-“.
Yap aku berhasil melewatinya. Namun tanganku di pegang oleh
seseorang. Degg aku begitu kaget saat mengetahui bahwa Kyuhyun sunbae yang
menahan tanganku.
“Aku ingin bicara padamu.” Omona eottohke?? Dari tadi
jantungku berdegub dengan cepat.
“M,,,mm,,mau bicara apa sunbae?” Aku sangat gugup berbicara
dengannya saat ini.
“Kau,, berhentilah menjadi secret admirer ku.” Degg,, ya
tuhan.. hatiku sakit. Sakit sekali, rasanya tubuhku baru saja jatuh dari lantai
sebelas sebuah apartemen.
“Ne, mianhae sunbae karena telah membuatmu merasa tidak
nyaman atas perbuatanku selama menjadi secret admirer mu. Aku berjanji, mulai
sekarang aku akan berhenti.” Aku membungkuk sekilas lalu pergi dari kerumunan
ini. Hatiku benar-benar sakit sekarang. Tanpa terasa air mataku telah jatuh.
Aku menangis, Hye Yeon babo!! Bagaimana bisa kau menyukai namja yang begitu
tega mempermalukan ku di depan yeoja satu sekolah. Aku membencimu!! Aku sungguh
membencimu Cho Kyuhyun.
Kyuhyun POV
Kulihat ia keluar dari dalam ruang kelasnya. Sejak bel
pulang sekolah berbunyi aku berdiri di depan ruang kelasnya. Alasan mengapa aku
berdiri disini dan menunggunya adalah karena kejadian saat jam istirahat tadi.
Aku sungguh kaget saat temannya mengatakan bahwa Hye Yeon juga menyukaiku. Juga
menyukaiku?? Ya, memang dari dulu aku menyukainya. Aku sangat senang saat tau
bahwa ia ternyata tetangga baruku. Apalagi saat ia berkunjung kerumah untuk
menemui Ahra noona. Ssecara diam-diam aku sering memperhatikannya.
“Aku ingin bicara padamu.” Ku tahan lengannya begitu ia
lewat di depanku.
“M,,,mm,,mau bicara apa sunbae?” kulihat ia sangat gugup.
Neomu yeopo, saat gugup saja ia terlihat sangat cantik dimataku.
“Kau,, berhentilah menjadi secret admirer ku.” sepertinya
ini waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku padanya. Toh juga ia pasti
tidak akan menolakku. Aku jamin itu kkkk~.
“Ne, mianhae sunbae karena telah membuatmu merasa tidak
nyaman atas perbuatanku selama menjadi secret admirer mu. Aku berjanji, mulai
sekarang aku akan berhenti.” Mwo?? Dia bicara apa? Berhenti menjadi secret
admirerku. Hey aku mengatakan itu karean aku ingin menaikkan statusnya menjadi
yeojachingu ku bukan hanya sekedar pengagum rahasia.
Belum sempat aku menjelaskannya, ia telah pergi
meninggalkan ku dengan bahu yang bergetar. Hey,, apa ia menangis?? Sepertinya
besok aku harus menjelaskan padanya tentang semua kesalah pahaman ini.
***
Hye Yeon POV
Sinar matahari memasuki sela-sela jendela kamarku yang
terbuka. Kulihat seseorang sedang berdiri di samping tempat tidur. Hmm ternyata
itu eomma ku.
“Pagi sayang. Ayo bangun!”
“Sebentar lagi eomma, aku masih mengantuk.”
“Cepat bangun, nanti kamu terlambat sekolah chagi~. Oh ya,
besok eomma akan pergi ke Jepang bersama appa untuk mengurus rumah sakit kita
yang ada di Tokyo selama satu minggu.”
“Mwo?? Berarti aku ikut ke Jepang? Tapi bagaimana dengan
sekolahku, eomma?? Saat ini di sekolah sedang ada bimbingan belajar tambahan
untuk ujian kenaikan kelas. Mana mungkin aku membolos.” Kataku dengan mata yang
masih setengah tertutup.
“Kau tidak usah ikut kami ke Jepang. Eomma akan menitipkan
mu pada keluarga Cho. Jadi mulai besok dan seminggu ke depan kau akan tinggal
bersama mereka.”
“MWO??” kini mataku sudah terbuka sepenuhnya ketika
mendengar ucapan eomma. Aigoo bagaimana mungkin aku bisa tinggal di rumah orang
yang aku benci.
“Wae chagi?? Eomma tau kamu senang kan bisa menginap di
sana? Terlebih nyonya Cho bilang kalau kau dekat dengan Ahra.”
“Tapi eomma, kan tidak enak kalau harus merepotkan keluarga
Cho? Bagaimana kalau aku tinggal di rumah sendiri saja, ne?” rayuku sambil
mengeluarkan jurus aegyo pada eomma.
“Ani, kau tidak boleh di rumah sendirian. Eomma tidak
tenang kalau kau sendirian tinggal di rumah. Bagaimana kalau ada pencuri yang
masuk dan melukaimu?? Maka dari itu kamu harus tinggal di rumah keluarga Cho,
lagipula mreka sudah setuju.”
“Tapi eomma,”
“Sudah tidak ada tapi-tapian. Cepat mandi sana!! Apa kau
tidak pergi sekolah?”
Kini eomma sudah pergi meninggalkan kamar. Meninggalkan aku
yang masih shock dengan apa yang eomma katakana tadi. Hey!! Yang benar saja.
Aku harus tinggal di rumah seorang Ch Kyuhyun selama 1 minggu?? Kalau dulu
mungkin aku akan sangat senang, tapi sekarang aku benar-benar sangat benci.
Benci sebenci-bencinya pada namja bernama CHO KYUHYUN.
@Shinchung Senior
High School
“Hey, Hye Yeon!! Kenapa kau lewat di depan kelas kami hah?
Mencoba menarik perhatian Cho Kyuhyun?? Sudah jelas-jelas Kyuhyun menolakmu,
tapi kau masih saja mendekatinya. Cihh~ dasar tidak tau malu!” Yeoja-yeoja itu
sungguh menyebalkan. Selalu saja mengejek ku setiap hari. Apa mereka tidak
lelah? Aku saja yang mendengarnya sudah sungguh sangat jengah.
Kalian tau? Sejak insiden Kyuhyun menolak ku seminggu yang
lalu, aku jadi murid popular di sekolah. Tapi untuk apa aku popular jika hanya
menjadikan ku bahan ejekan. Ingin rasanya aku hilang dari planet ini sekarang.
“Yeonnie, jeongmal mianhae. Ini semua salahku.” Kulihat
Jung Ri menunduk, kurasa ia sangat menyesal karena kejadian itu.
“Ayolah Ri-ya, sudah berapa kali aku katakan kalau itu
semua bukan salahmu. Itu semua salahku karena menyukai namja angkuh seperti Cho
Kyuhyun. Mulai sekarang berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.”
“Siapa yang kau sebut angkuh?” Degg,, suara itu sungguh
tidak asing di telingaku. Serentak ku menoleh ke belakang, dan ku dapati
Kyuhyun sedang berdiri dibelakangku.
“Ani,, sejak kapan sunbae ada di sini?”
“Dari tadi, memangnya kenapa kalau aku ada disini. Ini kan
depan kelasku. Oh iya eomma bilang kau akan menginap di rumah kami selama
seminggu. Aku hanya punya satu pesan padamu.” Tiba-tiba ia mendekat ke arahku.
Dapat kurasakan kini hembusan nafasnya di leherku. Disebakkannya rambut yang
menutupi daun telingaku, dan…..
“Persiapkan mentalmu.” Ia berbisik pelan padaku lalu
beranjak pergi.
Aku masih mematung di sini. ‘persiapkan mentalmu?’ apa
maksudnya??
“Ya!! Yeonnie apa benar yang dibicarakan Kyuhyun sunbae
tadi padamu?” teriakan Jungri sukses membuatku kembali dari lamunanku.
“Nde? Ahh ne. eomma dan appa akan ke Jepang selama seminggu
dan mereka menitipkan ku pada keluarga Cho.” Jawabku sambil berlalu
meninggalkan Jungri ke kantin.
***
Kini aku tengah berasa di depan kediaman Cho bersama eomma
dan appa. Tak lupa kubawa koper yang berisi pakaian ku untuk tinggal disini
selama seminggu.
Pintu rumah ini pun terbuka. Tampak seorang yeoja paruh
baya yang masih tampak cantik –Ny. Cho- menyambut kami dengan hangat.
“Ah, yeonnie, jika Ahra ada disini dia pasti senang kamu
tinggal disini. Apalagi kalau ia tahu kamu akan menginap disini selama
seminggu.” Ucap Ny. Cho panjang lebar, dan membawaku menuju kamar yang akan aku
tempati selama tinggal disini. Eomma dan Appa langsung berangkat menuju bandara
setelah berpamitan pada Ny. Cho.
“Nde? Oh ne ahjumma. Ngomong-ngomong Ahra eonni kemana?
Saya tidak melihatnya dari tadi.” Tanyaku bingung yang memang tidak menemukan
sosok seorang pun di rumah ini kecuali Ny. Cho.
“Sayang sekali, Ahra harus kembali ke Kanada. Ia harus
segera menyusun tugas akhirnya disana. Tapi kau akan betah kan tinggal disini?
Rasanya ahjumma seperti memiliki seorang putri lagi setelah Ahra kuliah di luar
negeri. Nah ini kamarmu yeonnie, semoga kamu senang tinggal disini.” Ucap Cho
ahjumma yang menunjukan kamar yang cukup luas ini.
“Oh ya ahjumma akan kebawah menyiapkan makan malam. Kau
mandilah dulu lalu ikut makan malam bersama kami ne?”
“Ne, ahjumma.”
***
Setelah mandi dan merapikan pakaian ku di lemari, aku
bergegas keluar dari kamar untuk sekedar membantu Cho ahjumma menyiapkan makan
malam. Aku tidak mau kan dianggap tamu yang tidak tau diuntung -__-“. Saat aku
keluar dari kamarku, pintu kamar –yang kuyakini kamar Cho Kyuhyun- terbuka dan
keluarlah seorang namja dengan rambut coklatnya yang agak kebasahan. Omona
eomma, ia tampan sekali -,- . Ani, tidak boleh Hye Yeon. Ingat apa yang telah
ia lakukan padamu.
“aku tau aku tampan, jangan menatapku seperti itu Nona
Yoon.” Omo, besar sekali rasa percaya dirinya.
“cih~ jangan terlalu percaya diri Tuan Cho. Siapa yang
terpesona olehmu.”
“kau.” Jawabnya dingin lalu melangkahkan kakinya menuruni
anak tangga. Kalau saja ini bukan rumahnya, sudah kupastikan sandal rumah
doraemon ku ini mendarat di kepalanya. Aissh sungguh menyebalkan dia.
***
@Cho’s living room
Kini aku telah berada di tengah-tengah keluarga Cho. Ada
ahjumma, ahjussi dan namja evil menyebalkan itu.
“Yeonnie makanlah yang banyak.”
“ne, ahjumma.”
“tidak usah sungkan. Anggap saja rumah sendiri. Lagipula
aku dan ayahmu merupakan sahabat dari dulu.” Ucap tuan Cho –ayah Kyuhyun-
padaku. Mwo? Sahabat?? Appa tidak pernah bilang kalau tuan cho adalah sahabat
lamanya.
“ne, ahjussi.” Jawabku dengan senyuman.
Makan malam ini berlalu dengan obrolan-obrolan ringan. Cho
ahjussi banyak bercerita tentang bagaimana ia dan appa bisa menjadi sahabat.
Setelah selesai makan malam, akupun beranjak menuju kamar.
Aku sangat lelah hari ini. Kunaiki anak tangga ini satu persatu dengan lemas.
Langkahku terhenti ketika ku lihat namja yang sedang bersender pada dinding
tepat di anak tangga terakhir *bisa ngebayangin nggak readers?*
Aku pun berjalan melewatinya.
“seharusnya kau tau tatakrama seseorang yang menumpang di
rumah orang lain.” Mwo?? Dia bilang apa? Kuhentikan langkahku dan berbalik
menghadapnya.
“Mwo? Aku tau aku menumpang untuk sementara dirumahmu
sunbae. Dan menurutku aku sudah cukup sopan.” Ujarku dingin. Mencoba menahan
emosiku yang mungkin akan meledak sebentar lagi.
“cih~ sopan darimananya? Bahkan daritadi kau tidak
tersenyum maupun berbasa-basi ketika bertemu denganku.”
“apakah harus? Memangnya kau siapa??” akupu berlalu
meninggalkannya. Namun tiba-tiba ia mencengkram kuat lenganku.
“Yakk! Lepaskan sakit.” Aku setengah berteriak karena
memang cengkramannya di lenganku sungguh kuat.
“Neo…”
PLETTTAAAKKK
Sebuah jitakan berhasil mendarat di kepalanya. Kulihat dari
belakang Cho ahjumma menjewer telinga Cho Kyuhyun. Hihihi rasakan, akupun
tersenyum evil.
“Aww,,,awww eomma appo. Ampun lepaskan aku” kulihat ia
memohon pada ibunya seperti anak kecil yang minta tidak dihhukum. Seandainya
saja aku membawa kamera, akan kuabadikan momen langka ini dan menyebarkannya di
seluruh sekolah. Agar semua orang tau, seperti apa sosok seorang Cho Kyuhyun
yang asli.
“Yakk!! Anak nakal. Beraninya kau bersikap kurang sopan
pada tamumu? Siapa yang mengajarimu hah?”
“Ampun eomma, aku hanya bercanda tadi.” Ia menjawab sambil
meringis kesakitan.
“Yeonnie, maafkan kelakuan anak kurang ajar ini. Masuklah
ke kamar. Ahjumma yakin kau pasti lelah.”
“Ne ahjumma,” jawabku sambil tersenyum dan memasuki kamar.
Dari dalam kamar aku mendengar suara rintihan Cho Kyuhyun yang kesakitan karena
dipukul oleh eommanya. Hihihi rasakan itu tuan Cho!! Siapa suruh kau menyakiti
lenganku ini.
***
Pagi pun menjelang. Kini aku sudah siap berangkat ke
sekolah. Lebih tepatnya, aku kini tengah sarapan bersama keluarga Cho.
“Kyunnie, berangkatlah bersama dengan Hye Yeon. Bukankah
kalian satu sekolah?” ucap Cho ahjussi pada Kyuhyun.
“Mwo? Shirreo appa. Aku tidak mau berangkat bersamanya.”
“Aissh jangan membantah.”
“ne, appa.” Kini ia tertunduk dengan wajah lesu. Haha
rasakan itu Cho Kyuhyun. Kau tau? Orang-orang di rumah ini sudah berpihak
padaku.
Kulihat Kyuhyun sudah berada diatas motor sport hitamnya.
ia terlihat beribu-ribu kali lebih tampan dari biasanya. Aissh Yoon Hye Yeon
sadarlah.
“Mau sampai kapan kau berdiri disitu? Cepat naik!! Aku
tidak mau sampai kesiangan gara-gara kau.” See?? Baru saja ia terlihat seperti
pangeran, kini ia terlihat seperti seorang devil.
“Tangkap!” Happ, aku menangkap helm yang dilemparkannya
padaku. Akupun bergegas menaiki motornya, sebelum ia bersuara lagi.
“berpeganglah yang kuat.”
Mwo? Apa yang ia bilang?? Aku kurang jelas mendengarnya.
“Wa,,,, YAAA!!” belum sempat aku bertanya, ia sudah
melajukan motornya seperti orang gila. Aissh Cho Kyuhyun aku masih mau hidup.
***
Tidak terasa, sudah 5 hari aku tinggal di kediaman Cho. Dan
selama itu pula, namja evil itu tidak berhenti menggangguku. Berbeda dengan di
rumah, di sekolah ia seolah menggapku tidak ada. Sungguh, ia memang namja
berkepribadian ganda. -,-“
“Yeonnie, mianhae. Ahjumma dan ahjussi harus ke pulau Jeju
sekarang. Tolong jaga rumah dan Kyu juga ya. Pastikan ia makan sengan baik.”
“Ne ahjumma.” Ahjumma ini, terkadang kelewatan. Makan
dengan baik? Memangnya Cho Kyuhyun itu anak TK?
Setelah kepergian Cho ahjumma, kini dirumah ini hanya
tinggal ada aku dan namja itu. Sekarang ia sedang duduk di ruang tengah dengan
pandangan terfokus pada pspnya.
Ahh, sepi juga jika hanya berdua. Terlebih lagi namja itu
dari tadi sibuk menekan tombol-tombol pspnya. Apakah ia tidak bosan melakukan
aktifitas itu dari satu jam yang lalu.
“Yakk!! Sialan. Mana mungkin aku kalah.” Ia menghempaskan
pspnya diatas sofa dan beralih menatpku.
“Wae?” tanyaku datar.
“Buatkan aku makanan, aku lapar.” Kulihat jam yang menempel
indah di dinding. Hmm memang sudah masuk jam makan malam. Tanpa protes, akupun
pergi ke dapur untu meyiapkan makan malam untukku dan namja itu.
“Ahh, kenyang sekali.” Ia –Kyuhyun- kini mengusap-ngusap
perutnya yang kekenyangan.
“Aku tau masakanku itu enak. Tapi kau ini benar-benar rakus
Cho Kyuhyun.” Ujarku dengan kepercayaan diri yang tinggi.
“Mwo? Masakan mu enak? Hey aku makan makanan mu karena
memang hanya itu yang dapat dimakan. Asal kau tau saja ya, masakan mu itu
sangatlah asin.”
Mwo? Asin?? Mana mungkin nasi goring kimchi buatanku asin.
Sepertinya ia sengaja membuatku kesal.
Dengan kesal, akupun pergi meninggalkannya dan masuk ke
dalam kamar. Namun tiba-tiba…
TTEEKkk
Lampu mati dan kamarku menjadi gelap. Andwee!! Aku takut
dengan gelap. Karena panic, aku berubah histeris dan berteriak pada siapapun
yang dapat mendengarku. Demi apapun, aku sangat tidak suka berada di tempat
gelap seorang diri.
“Kau kenapa?”
Kyuhyun datang menghampiriku dan mencoba menenangkan ku.
kupeluk ia dengan erat, tak kuperdulikan bahwa sebenarnya aku sangat
membencinya.
“Uljima, tenanglah aku ada disini.”
Iapun memapah tubuh ku yang lemas ke atas tempat tidur.
Membaringkanku, dan menyelimuti badanku. Ketika ia hendak pergi, ku tahan
tangannya.
“Jangan pergi, temani aku disini. Aku takut sendirian.”
“Tunggulah sebentar, aku hanya mengambil lilin yang ada di
dapur,”
“Shirreo!!”
Iapun mengalah dan duduk ditepi ranjangku. Satu jam, dua
jam dan tiga jam pun berlalu. Namun belum ada tanda-tanda listrik akan kembali
menyala. Kulihat ia sudah sangat mengantuk. Namun ia mencoba menahannya dan
tetap duduk di tepi ranjangku.
“Kau mengantuk?” tanyaku memberanikan diri.
“Nde? Ah tidak. Kalau kau mengantuk tidurlah! Aku akan
menemanimu disini.”
“TIdurlah disampingku. Aku tau kau mengantuk.” Ia kaget
mendengar perkataanku barusan.
“Tapi..”
“Aku tidak apa-apa. Lagipula kau tidak akan berbuat
macam-macam kan padaku?”
Akhirnya ia mengikuti perkataanku dan mulai membaringkan
badannya. 30 menit berlalu, dan suasana kamarku berubah menjadi hening
dan…..canggung?.
“Kyu, apakah kau sudah tidur?” kataku memecah keheningan.
“Belum, wae??”
“Ani,” kemudian semuanya kembali hening.
“Mmmh, soal kejadian waktu itu,”
“kejadian yang mana?” ucapku memotong perkataannya.
“Saat aku menyuruhmu berhenti menjadi pengagum rahasiaku.”
“Oh, yang itu. Wae? Mengapa kau mengungkitnya lagi?”
“Sebenarnya…”
“sudah jangan bahas hal itu lagi. Aku tau kau membenciku
dan sekarang aku sedang belajar membencimu dan lagi..”
“Jangan membenciku!”
“Mwo? Wae?”
“Makanya kalau ada orang berbicara tunggu sampai ia selesai
. jangan memotong pembicaraannya. Kau tau alasan ku menyuruhmu berhenti menjadi
pengagum rahasiaku?”
Aku hanya menjawabnya dengan gelengan, yang sudah tentu tak
dapat dilihatnya mengingat kamar ini yang gelap.
“Aku menyuruhmu berhenti menjadi pengagum rahasiaku karena
aku ingin kau menjdi yeojachinguku.”
“Mwo??” jantungku hampir copot mendengar perkataannya.
Apakah itu benar atau memang hanya bualannya saja??
“Saranghae Yoon Hye Yeon. Maukah kau menjadi yeojachingu
ku?”
“Ne, nado saranghae oppa.” Ia pun memelukku erat, dan tak
terasa kami pun telah memasuki alam mimpi dalam keadaan berpelukan.
THE END
Matahari bersinar dengan cerahnya pagi hari ini. Tampak
seorang yeoja paruh baya yang baru saja turun dari mobil mewah dan memasuki
rumahnya. Dicarinya penghuni rumah itu. Sampai langkahnya terhenti di depan
sebuah kamar yang pintunya sedikit terbuka. Dari celah pintu tersebut, ia
melihat sepasang yeoja dan namja tengah tertidur dalam posisi berpelukan.
“YAAKKK!! APA YANG SUDAH KALIAN LAKUKAN??”
FF ini admin copy dari Korean Fanfiction .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
manusia ga luput dari kesalahan jadi kalo admin salah dimaafkan yaa ... jangan lupa RCL guys :)