Sexy Red Lips

Welcome to my world happy reading and RCL guyss^^

Sabtu, 11 Oktober 2014

FANFICTION

 

Sunbaenim I LOVE YOU !!!!

Length : Oneshoot
Genre : Romance (maybe :D)
Cast :
• Yoon Hye Yeon
• Cho Kyuhyun
• Park Jung Ri
• Yesung
• And other cast
 typo bertebaran author minta maaf^^

Author POV

“Aissh Yeonnie, sampai kapan kau mau melihat sunbae itu hah?”
Tampak seorang yeoja tengah bertanya pada yeoja disampingnya yang terfokus memandang seorang namja yang duduk di bangku taman belakang sekolah mereka.
“Entahlah Ri-ya. Sepertinya sunbaenim terlihat semakin tampan setiap harinya. Ahh, aku semakin mengaguminya.” Yeoja bernama Yoon Hye Yeon itu tampak kagum akan pesona sunbae nya.
“Percuma kau terus mengatakan hal yang sama setiap harinya. Aku bosan mendengar ocehan mu itu. Harusnya kau mengucapkan langsung padanya jangan padaku.”
“Aish Jung Ri babo!! Kalau aku memberitahu nya, lalu ia menolak cintaku? Eottohke? Mau di taruh dimana muka ku? Lebih baik seperti ini kan? menjadi secret admirer nya. Setidaknya aku tidak akan membuatnya membenciku.”
“terserah kau saja lah. Mau kamu mengucapkan sampai seribu kalipun kalau kau mencintainya, ia tetap tidak akan tau. Kau tau? Lama-lama kau bisa gila karena memendam perasaan mu itu Yeonnie.”
“Mwo? Siapa yang menjadi gila chagi?” tiba-tiba seorang namja menghampiri kedua yeoja tersebut.
“Issh oppa kau mengagetkan ku saja.” Ucap yeoja bernama Park Jung Ri itu kepada namjachingunya Kim Jong Woon a.k.a Yesung. Mereka berdua seolah lupa akan keberadaan Hye Yeon di sekitar mereka.
“YAA! Terus saja kalian bermesraan di hadapanku!” Teriak Hye Yeon marah.
“kekeke mianhe Yeonnie, makanya cari namjachingu sana! Jangan menjomblo terus.” Dengan santainya Yesung berkata seperti itu pada Hye Yeon dan pergi bersama Jung Ri. Sementara Hye Yeon hanya mendelik kesal kepada namja dan yeoja yang telah menjadi sahabatnya selama 4 tahun itu.
“Dasar pasangan aneh!” Hye yeon pun kembali kepada aktifitas nya semula. Memandangi namja yang telah merebut hatinya selama ia bersekolah di Shinchung Senir High School. Ia mengedarkan matanya mencari namja tersebut yang telah beranjak dari tempat duduknya semula.
Greep, sebuah tangan melekat di bahu kiri Hye Yeon.
“Kau mencariku?” ucap seorang namja dari belakang Hye Yeon dan otomatis membuat yeoja itu membalikkan badannya.
“Eoh? A,,ani sunbae, aku sedang mencari sahabat-sahabatku.”
“Jinjja?”
“Ne,”
“Ya sudah kalau begitu, jangan terus celingak-celinguk seperti itu! Kau terlihat babo!”

Yoon Hye Yeon POV

Mwoo? Kyuhyun sunbae memanggilku babo? Harusnya aku marah, tapi kenapa jantungku berdetak sangat cepat sejak ia berbicara padaku? Eomma, eottohke??rasanya sesak,, seperti tidak ada oksigen di tempat ku berdiri sekarang.
Kulihat ia pergi meninggalkan ku dan terfokus pada psp nya lagi. Sunbae, taukah kau? Aku rela kau panggi babo setiap hari asalkan kau mau menyapaku seperti tadi. Hihihi sepertinya aku harus memberitahukan peristiwa langka ini pada Jung Ri dan Yesung. Tapi kemana mereka?
***

“Kalian berdua darimana saja eoh?? Aku mencari kalian kemana-mana!”
“Mianhae Yeonnie, aku sibuk pacaran dengan pacarku yang cantik ini hingga melupakan mu.” Dasar Yesung itu tidak pernah berubah selalu saja gombal di depan yeojachingu nya -__-“. Apa ia tidak lihat wajah Jung Ri sudah memerah sekarang? Apa kepala besarnya itu berisi gombalan semua? hhe
“Kali ini kalian aku maafkan. Tapi awas kalau kalian meninggalkan ku sendiri lagi. Akan kucincang kalian.” Kuberikan death glare terbaik ku. “ Ah ne, aku punya berita bagus. Apakah kalian tau apa itu?”
“Dasar babo!! Mana mungkin kami tau kalau kau tidak memberitahunya. Cepat beritahu kami. Jangan buat kami penasaran.”
Pletakkk
Jitakan ku mendarat tepat di kepala besarnya itu. “Aku tidak babo, dan jangan menyebut ku babo!! Arraseo?”
“Ne, arra. Tapi apa beritanya?”
“Mmmhhh, Kyuhyun sunbae tadi mengajak ku bicara dan kalian tahu apa? Ia memanggilku dengan panggilan sayang.”
“Mwoo? Panggilan sayang? Apa itu?” Tanya Jung Ri penasaran.
“Babo.” Ucapku dengan malu-malu.
“Hahahaha Hye Yeon, kau memang benar-benar babo. Kau tau Yeonnie? Dia itu sedang mengejek mu bukan memanggilmu dengan panggilan sayang. Hahahaha.” Kulihat Yesung tertawa lagi.
“Aish,, tapi ia mengucapkannya dengan pelafalan yang berbeda.” Kutinggalkan saja kedua jelmaan manusia itu yang masih sibuk menertawakanku. Teman macam apa mereka? Bukannya mendukung ku malah menertawakanku. Seharusnya mereka bilang ‘wah,, itu suatu kemajuan besar Yeonnie. Kau dapat berbicara dengan Kyuhyun sunbae’ bukannya menertawakanku . tapi mau bagaimana lagi, itulah teman-temanku. Ahhh lelahnya hari ini, lebih baik aku pulang dari pada harus melihat mereka berpacaran di sini.
***

Yoon Hye Yeon House

Aku tengah berada di rumahku sekarang. Ani, tepatnya di balkon kamarku. Tengah menatap rumah yang berada di depan rumahku. Hihihi.. apa kalian tau? Tuhan sangat baik padaku. Buktinya ia mendekatkan ku dengan namja yang ku sukai. Bingo! rumah di depan ku itu adalah rumah Kyuhyun sunbae, aku mengetahuinya setelah 2 hari aku tinggal di rumah ini. Dan kalian tau? Kegiatan yang sangat mengasyikan dari balkon ini? Yaitu melihat kegiatan Kyuhyun sunbae di dalam kamarnya dengan teleskop bintang ku. Memang tidak sopan, tapi apa boleh buat? Ini satu-satunya cara.
“Yeonnie, jangan terus mengintip namja yang berada di seberang rumah kita. Apa kau mau matamu itu menjadi bengkak dan merah karena mengintip orang tanpa ijin.” Seru eomma di belakang ku.
“Eomma, ,, eomma ini bagaimana sih? Namanya juga mengintip, mana mungkin harus meminta ijin dulu?” muka ku pasti sudah merah seperti kepiting rebus gara-gara ketahuan sedang mengintip oleh eomma.
“Ige, berikan kue ini ke kediaman keluarga Cho. Kita harus menjadi tetangga yang baik selama kita tinggal di sini.”
“Nde? Jeongmal eomma?? Ahh, baiklah aku akan memberikannya.” Jawabku antusias dan segera mengambil kue yang eomma berikan padaku. Sunbae,, I’m coming…
***
@Cho family’s house

TING TONG
Ku tekan tombol bel rumah ini. Aissh, eottohke? Aku sangat gugup. Bagaimana kalau yang membukakan pintu adalah Kyuhyun sunbae? Aku harus bilang apa?
Ckleekkk
Pintu rumah ini terbuka. Kulihat seorang waita yang kira kira 4 tahun lebih tua dariku.
“Annyeong eonni. Aku tetangga baru eon. Ini ada kiriman kue dari eomma ku”
“Ohh, kau dari keluarga Yoon yang baru pindah itu ya? Aku Cho Ahra. Kajja, masuk dulu.” Ahra eonni menarik ku masuk menuju rumahnya. Omona, rumahnya bagus sekali. Desain interior nya sangat mewah dan elegan. Aku serasa sedang di sebuah istana sekarang.
“Tutup mulutmu, apa kau mau mengotori rumah ku dengan air liur mu hah??” Apa dia bilang? Dasar kurang ajar. Baru saja aku hendak memarahinya, namun ku urungkan niatku itu setelah aku mengetahui siapa yang berbicara padaku. Dia,, Kyuhyun sunbae? Tapi mengapa kata-katanya tajam sekali?
“Wae? Mengapa kau melihatku seperti itu? Apa kau ingin memarahiku? Ckk, dasar babo!” Aissh Tuan Cho, berhentilah bersikap sinis seperti itu. Atau perasaan cintaku padamu akan berubah menjadi benci.
Kulihat kini dia pergi menuju lantai dua, menuju kamarnya. Tanpa kusadari, Ahra eonni telah kembali dari dapur dan berdiri disampingku.
“Kau sedang memperhatikan siapa? Serius sekali.” Ahra eonni menggodaku.
“Ani eonni, aku hanya kagum dengan interior rumah ini.”
“Kagum dengan rumah ini atau kagum dengan orang yang tinggal di rumah ini?” Ahra eonni menggodaku.
“Maksud eonni?”
“Cho Kyuhyun, nae namdongsaeng.” Kulihat ia tersenyum menggoda ke arahku. Ahra eonni tau saja.
“Ani eonni, oh ya eonni sudah memindahkan tempatnya? Kalau begitu aku permisi pulang.”
“Chamkkaman! Boleh aku meminta nomor hp mu? Aku ingin semakin dekat denganmu. Kau tau dari dulu aku ingin punya yeodongsaeng. Dan sepertinya kau cocok.” Cocok?? Apa maksudnya?
“Cocok? Maksud eonni??” Aku jadi bingung.
“Ani, mmh maksudku kita kan bisa jadi tambah dekat. Dan sekali-kali aku bisa memintamu berkunjung ke rumahku selama aku di Korea. Bukankah menyenangkan bila kita bisa saling mengenal lebih dekat lagi?? Seperti kakak dan adik kandung, eotte??”
“Oh, begitu. Kalau begitu ini nomor hp ku eon.” Setelah bertukar nomor ponsel dengan Ahra eonni akupun pamit pulang.
***

Tidak terasa sudah 1 bulan aku tinggal di rumah baruku ini. Sangat menyenangkan. Karena selain aku bisa mengetahui aktifitas sehari-hari Kyuhyun sunbae, aku juga dekat dengan Ahra eonni. bahkan hampir setiap hari aku main ke rumahnya kkkkk~ sangat meyenangkan bukan? Tapi dibalik semua kemudahan ku mendekati Kyuhyun sunbae, aku merasa ia semakin meras risih dengan keberadaan ku. buktinya selama di sekolah ia hanya menatapku tajam, seolah-olah aku mempunyai salah yang besar terhadapnya.
Hhhh~ tapi bagaimana pun aku harus menerima nasibku. Diacuhkan oleh orang yang aku sukai, sudah wajar bagiku. Asalkan aku bisa tetap dekat dengannya, menurutku itu merupakan suatu anugerah.
Seperti hari ini, aku sedang mengamati Kyuhyun sunbae yang sedang membaca buku di taman belakang sekolah. Dia terlihat tampan kkkke .
“Yaa!! Yeonnie, mau sampai kita disini terus?? Mengamati orang yang belum tentu tau kalau kita sedang memperhatikannya. Aku lelah perutku lapar, dan sebentar lagi waktu istirahat akan segera habis,” aissh, dritadi Jung Ri mengerutu terus.
“Jangan berisik Ri-ya. Apakah kau mau Kyuhyun sunbae tau kalau kita sedang memperhatikannya dari tadi!” aku mengahadap Jung Ri, namu orang itu sudah tidak ada ditempatnya. Aissh, kemana yeoja itu?
Dari tempat ku berdiri aku melihat seorang yeoja tengah menghampiri Kyuhyun sunbae. Tunggu dulu, sepertinya aku tau siapa yeoja itu. Omona!! Itu jung Ri, aissh untuk apa ia menghampiri Kyuhyun sunbae? Kulihat ia seperti mengatakan sesuatu pada Kyuhyun sunbae, tapi aku tidak tau apa yang sedang ia bicarakan *Author : hye Yeon babo, ya iyalah ngga bisa denger orang jaraknya jauh hhe oke abaikan author* kelihatannya Kyuhyun sunbae tampak terkejut dengan apa yang dikatakan Jung Ri padanya. Awas saja kau Park Jung Ri kalau sampai kau berkata macam-macam, habislah si kepala besar kekasihmu itu.
Kini Jung Ri pergi meninggalkan Kyuhyun sunbae, dan berjalan ke arahku.
“apa yang baru saja kau katakan padanya Jung Ri-ya?”
“aku mengatakan tentang perasaan mu padanya.” Mwo?? Ia memberitahu kalau aku menyukai Kyuhyun sunbae pada orangnya. Mau di taruh dimana mukaku?
“Yaaa~ kau itu bodoh atau apa? Kenapa kau bisa memberitahunya!!”
“Dengar ya nona Yoon, aku sudah lelah melihat kelakuan mu yang sok menjadi secret admirer Kyuhyun sunbae. Bukankan lebih baik seperti ini? Masalah ia menyukai mu atau tidak itu urusan belakangan. Yang sekarang ia sudah tau kalau kau menyukainya.” Jung ri berlalu dari hadapanku.
Aku hanya bisa mematung di tempatku berdiri. Meskipun ku dengar bel masuk berbunyi, tapi aku seolah tidak bisa beranjak dari tempatku. Yang ada di pikiran ku sekarang adalah apa yang akan dilakukan seorang Cho Kyuhyun setelah mendengarkan pernyataan cintaku secara tidak langsung??
***

Bel pulang sekolah pun berbunyi. Membuat semua murid yang lelah setelah menghabisakan setengah hari mereka untuk belajar di sekolah seperti seekor burung yang lepas dari sangkarnya. Begitu pun juga aku. Tapi aku tidak ingin keluar dari kelas sekarang. Bukan,,, bukan karena aku seorang kutu buku yang masih betah berada di dekolah. Tapi karena dari tadi sekumpulan yeoja diluar sedang berteriak-teriak memanggil nama Kyuhyun sunbae di depan kelas ku. sepertinya orang yang mereka elu-elukan itu tengah berdiri di depan kelasku. Eottohke? Bagaimana aku menghadapinya.
Dengan keberanian yang kukumpulkan, aku memberanikan keluar dari dalam kelas. Tampak sesosok namja sedang bersandar di salah satu pilar di depan kelasku. Tampak juga segerombolan yeoja yang menyebut diri mereka Sparkyu (kupikir itu nama fanbase Kyuhyun sunbae) tengah berada disekeliling Kyuhyun sunbae yang tengah mendengarkan music dari ipodnya.
Aku berjalan melewati Kyuhyun sunbae. Bukan karena aku ingin mencari perhatiannya, tapi memang itulah jalan yang tersisa karena jalan yang lain tertutup blockade Sparkyu -__-“.
Yap aku berhasil melewatinya. Namun tanganku di pegang oleh seseorang. Degg aku begitu kaget saat mengetahui bahwa Kyuhyun sunbae yang menahan tanganku.
“Aku ingin bicara padamu.” Omona eottohke?? Dari tadi jantungku berdegub dengan cepat.
“M,,,mm,,mau bicara apa sunbae?” Aku sangat gugup berbicara dengannya saat ini.
“Kau,, berhentilah menjadi secret admirer ku.” Degg,, ya tuhan.. hatiku sakit. Sakit sekali, rasanya tubuhku baru saja jatuh dari lantai sebelas sebuah apartemen.
“Ne, mianhae sunbae karena telah membuatmu merasa tidak nyaman atas perbuatanku selama menjadi secret admirer mu. Aku berjanji, mulai sekarang aku akan berhenti.” Aku membungkuk sekilas lalu pergi dari kerumunan ini. Hatiku benar-benar sakit sekarang. Tanpa terasa air mataku telah jatuh. Aku menangis, Hye Yeon babo!! Bagaimana bisa kau menyukai namja yang begitu tega mempermalukan ku di depan yeoja satu sekolah. Aku membencimu!! Aku sungguh membencimu Cho Kyuhyun.

Kyuhyun POV

Kulihat ia keluar dari dalam ruang kelasnya. Sejak bel pulang sekolah berbunyi aku berdiri di depan ruang kelasnya. Alasan mengapa aku berdiri disini dan menunggunya adalah karena kejadian saat jam istirahat tadi. Aku sungguh kaget saat temannya mengatakan bahwa Hye Yeon juga menyukaiku. Juga menyukaiku?? Ya, memang dari dulu aku menyukainya. Aku sangat senang saat tau bahwa ia ternyata tetangga baruku. Apalagi saat ia berkunjung kerumah untuk menemui Ahra noona. Ssecara diam-diam aku sering memperhatikannya.
“Aku ingin bicara padamu.” Ku tahan lengannya begitu ia lewat di depanku.
“M,,,mm,,mau bicara apa sunbae?” kulihat ia sangat gugup. Neomu yeopo, saat gugup saja ia terlihat sangat cantik dimataku.
“Kau,, berhentilah menjadi secret admirer ku.” sepertinya ini waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku padanya. Toh juga ia pasti tidak akan menolakku. Aku jamin itu kkkk~.
“Ne, mianhae sunbae karena telah membuatmu merasa tidak nyaman atas perbuatanku selama menjadi secret admirer mu. Aku berjanji, mulai sekarang aku akan berhenti.” Mwo?? Dia bicara apa? Berhenti menjadi secret admirerku. Hey aku mengatakan itu karean aku ingin menaikkan statusnya menjadi yeojachingu ku bukan hanya sekedar pengagum rahasia.
Belum sempat aku menjelaskannya, ia telah pergi meninggalkan ku dengan bahu yang bergetar. Hey,, apa ia menangis?? Sepertinya besok aku harus menjelaskan padanya tentang semua kesalah pahaman ini.
***

Hye Yeon POV

Sinar matahari memasuki sela-sela jendela kamarku yang terbuka. Kulihat seseorang sedang berdiri di samping tempat tidur. Hmm ternyata itu eomma ku.
“Pagi sayang. Ayo bangun!”
“Sebentar lagi eomma, aku masih mengantuk.”
“Cepat bangun, nanti kamu terlambat sekolah chagi~. Oh ya, besok eomma akan pergi ke Jepang bersama appa untuk mengurus rumah sakit kita yang ada di Tokyo selama satu minggu.”
“Mwo?? Berarti aku ikut ke Jepang? Tapi bagaimana dengan sekolahku, eomma?? Saat ini di sekolah sedang ada bimbingan belajar tambahan untuk ujian kenaikan kelas. Mana mungkin aku membolos.” Kataku dengan mata yang masih setengah tertutup.
“Kau tidak usah ikut kami ke Jepang. Eomma akan menitipkan mu pada keluarga Cho. Jadi mulai besok dan seminggu ke depan kau akan tinggal bersama mereka.”
“MWO??” kini mataku sudah terbuka sepenuhnya ketika mendengar ucapan eomma. Aigoo bagaimana mungkin aku bisa tinggal di rumah orang yang aku benci.
“Wae chagi?? Eomma tau kamu senang kan bisa menginap di sana? Terlebih nyonya Cho bilang kalau kau dekat dengan Ahra.”
“Tapi eomma, kan tidak enak kalau harus merepotkan keluarga Cho? Bagaimana kalau aku tinggal di rumah sendiri saja, ne?” rayuku sambil mengeluarkan jurus aegyo pada eomma.
“Ani, kau tidak boleh di rumah sendirian. Eomma tidak tenang kalau kau sendirian tinggal di rumah. Bagaimana kalau ada pencuri yang masuk dan melukaimu?? Maka dari itu kamu harus tinggal di rumah keluarga Cho, lagipula mreka sudah setuju.”
“Tapi eomma,”
“Sudah tidak ada tapi-tapian. Cepat mandi sana!! Apa kau tidak pergi sekolah?”
Kini eomma sudah pergi meninggalkan kamar. Meninggalkan aku yang masih shock dengan apa yang eomma katakana tadi. Hey!! Yang benar saja. Aku harus tinggal di rumah seorang Ch Kyuhyun selama 1 minggu?? Kalau dulu mungkin aku akan sangat senang, tapi sekarang aku benar-benar sangat benci. Benci sebenci-bencinya pada namja bernama CHO KYUHYUN.

@Shinchung Senior High School

“Hey, Hye Yeon!! Kenapa kau lewat di depan kelas kami hah? Mencoba menarik perhatian Cho Kyuhyun?? Sudah jelas-jelas Kyuhyun menolakmu, tapi kau masih saja mendekatinya. Cihh~ dasar tidak tau malu!” Yeoja-yeoja itu sungguh menyebalkan. Selalu saja mengejek ku setiap hari. Apa mereka tidak lelah? Aku saja yang mendengarnya sudah sungguh sangat jengah.
Kalian tau? Sejak insiden Kyuhyun menolak ku seminggu yang lalu, aku jadi murid popular di sekolah. Tapi untuk apa aku popular jika hanya menjadikan ku bahan ejekan. Ingin rasanya aku hilang dari planet ini sekarang.
“Yeonnie, jeongmal mianhae. Ini semua salahku.” Kulihat Jung Ri menunduk, kurasa ia sangat menyesal karena kejadian itu.
“Ayolah Ri-ya, sudah berapa kali aku katakan kalau itu semua bukan salahmu. Itu semua salahku karena menyukai namja angkuh seperti Cho Kyuhyun. Mulai sekarang berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.”
“Siapa yang kau sebut angkuh?” Degg,, suara itu sungguh tidak asing di telingaku. Serentak ku menoleh ke belakang, dan ku dapati Kyuhyun sedang berdiri dibelakangku.
“Ani,, sejak kapan sunbae ada di sini?”
“Dari tadi, memangnya kenapa kalau aku ada disini. Ini kan depan kelasku. Oh iya eomma bilang kau akan menginap di rumah kami selama seminggu. Aku hanya punya satu pesan padamu.” Tiba-tiba ia mendekat ke arahku. Dapat kurasakan kini hembusan nafasnya di leherku. Disebakkannya rambut yang menutupi daun telingaku, dan…..
“Persiapkan mentalmu.” Ia berbisik pelan padaku lalu beranjak pergi.
Aku masih mematung di sini. ‘persiapkan mentalmu?’ apa maksudnya??
“Ya!! Yeonnie apa benar yang dibicarakan Kyuhyun sunbae tadi padamu?” teriakan Jungri sukses membuatku kembali dari lamunanku.
“Nde? Ahh ne. eomma dan appa akan ke Jepang selama seminggu dan mereka menitipkan ku pada keluarga Cho.” Jawabku sambil berlalu meninggalkan Jungri ke kantin.
***

Kini aku tengah berasa di depan kediaman Cho bersama eomma dan appa. Tak lupa kubawa koper yang berisi pakaian ku untuk tinggal disini selama seminggu.
Pintu rumah ini pun terbuka. Tampak seorang yeoja paruh baya yang masih tampak cantik –Ny. Cho- menyambut kami dengan hangat.
“Ah, yeonnie, jika Ahra ada disini dia pasti senang kamu tinggal disini. Apalagi kalau ia tahu kamu akan menginap disini selama seminggu.” Ucap Ny. Cho panjang lebar, dan membawaku menuju kamar yang akan aku tempati selama tinggal disini. Eomma dan Appa langsung berangkat menuju bandara setelah berpamitan pada Ny. Cho.
“Nde? Oh ne ahjumma. Ngomong-ngomong Ahra eonni kemana? Saya tidak melihatnya dari tadi.” Tanyaku bingung yang memang tidak menemukan sosok seorang pun di rumah ini kecuali Ny. Cho.
“Sayang sekali, Ahra harus kembali ke Kanada. Ia harus segera menyusun tugas akhirnya disana. Tapi kau akan betah kan tinggal disini? Rasanya ahjumma seperti memiliki seorang putri lagi setelah Ahra kuliah di luar negeri. Nah ini kamarmu yeonnie, semoga kamu senang tinggal disini.” Ucap Cho ahjumma yang menunjukan kamar yang cukup luas ini.
“Oh ya ahjumma akan kebawah menyiapkan makan malam. Kau mandilah dulu lalu ikut makan malam bersama kami ne?”
“Ne, ahjumma.”
***
Setelah mandi dan merapikan pakaian ku di lemari, aku bergegas keluar dari kamar untuk sekedar membantu Cho ahjumma menyiapkan makan malam. Aku tidak mau kan dianggap tamu yang tidak tau diuntung -__-“. Saat aku keluar dari kamarku, pintu kamar –yang kuyakini kamar Cho Kyuhyun- terbuka dan keluarlah seorang namja dengan rambut coklatnya yang agak kebasahan. Omona eomma, ia tampan sekali -,- . Ani, tidak boleh Hye Yeon. Ingat apa yang telah ia lakukan padamu.
“aku tau aku tampan, jangan menatapku seperti itu Nona Yoon.” Omo, besar sekali rasa percaya dirinya.
“cih~ jangan terlalu percaya diri Tuan Cho. Siapa yang terpesona olehmu.”
“kau.” Jawabnya dingin lalu melangkahkan kakinya menuruni anak tangga. Kalau saja ini bukan rumahnya, sudah kupastikan sandal rumah doraemon ku ini mendarat di kepalanya. Aissh sungguh menyebalkan dia.
***
@Cho’s living room

Kini aku telah berada di tengah-tengah keluarga Cho. Ada ahjumma, ahjussi dan namja evil menyebalkan itu.
“Yeonnie makanlah yang banyak.”
“ne, ahjumma.”
“tidak usah sungkan. Anggap saja rumah sendiri. Lagipula aku dan ayahmu merupakan sahabat dari dulu.” Ucap tuan Cho –ayah Kyuhyun- padaku. Mwo? Sahabat?? Appa tidak pernah bilang kalau tuan cho adalah sahabat lamanya.
“ne, ahjussi.” Jawabku dengan senyuman.
Makan malam ini berlalu dengan obrolan-obrolan ringan. Cho ahjussi banyak bercerita tentang bagaimana ia dan appa bisa menjadi sahabat.
Setelah selesai makan malam, akupun beranjak menuju kamar. Aku sangat lelah hari ini. Kunaiki anak tangga ini satu persatu dengan lemas. Langkahku terhenti ketika ku lihat namja yang sedang bersender pada dinding tepat di anak tangga terakhir *bisa ngebayangin nggak readers?*
Aku pun berjalan melewatinya.
“seharusnya kau tau tatakrama seseorang yang menumpang di rumah orang lain.” Mwo?? Dia bilang apa? Kuhentikan langkahku dan berbalik menghadapnya.
“Mwo? Aku tau aku menumpang untuk sementara dirumahmu sunbae. Dan menurutku aku sudah cukup sopan.” Ujarku dingin. Mencoba menahan emosiku yang mungkin akan meledak sebentar lagi.
“cih~ sopan darimananya? Bahkan daritadi kau tidak tersenyum maupun berbasa-basi ketika bertemu denganku.”
“apakah harus? Memangnya kau siapa??” akupu berlalu meninggalkannya. Namun tiba-tiba ia mencengkram kuat lenganku.
“Yakk! Lepaskan sakit.” Aku setengah berteriak karena memang cengkramannya di lenganku sungguh kuat.
“Neo…”
PLETTTAAAKKK
Sebuah jitakan berhasil mendarat di kepalanya. Kulihat dari belakang Cho ahjumma menjewer telinga Cho Kyuhyun. Hihihi rasakan, akupun tersenyum evil.
“Aww,,,awww eomma appo. Ampun lepaskan aku” kulihat ia memohon pada ibunya seperti anak kecil yang minta tidak dihhukum. Seandainya saja aku membawa kamera, akan kuabadikan momen langka ini dan menyebarkannya di seluruh sekolah. Agar semua orang tau, seperti apa sosok seorang Cho Kyuhyun yang asli.
“Yakk!! Anak nakal. Beraninya kau bersikap kurang sopan pada tamumu? Siapa yang mengajarimu hah?”
“Ampun eomma, aku hanya bercanda tadi.” Ia menjawab sambil meringis kesakitan.
“Yeonnie, maafkan kelakuan anak kurang ajar ini. Masuklah ke kamar. Ahjumma yakin kau pasti lelah.”
“Ne ahjumma,” jawabku sambil tersenyum dan memasuki kamar. Dari dalam kamar aku mendengar suara rintihan Cho Kyuhyun yang kesakitan karena dipukul oleh eommanya. Hihihi rasakan itu tuan Cho!! Siapa suruh kau menyakiti lenganku ini.
***
Pagi pun menjelang. Kini aku sudah siap berangkat ke sekolah. Lebih tepatnya, aku kini tengah sarapan bersama keluarga Cho.
“Kyunnie, berangkatlah bersama dengan Hye Yeon. Bukankah kalian satu sekolah?” ucap Cho ahjussi pada Kyuhyun.
“Mwo? Shirreo appa. Aku tidak mau berangkat bersamanya.”
“Aissh jangan membantah.”
“ne, appa.” Kini ia tertunduk dengan wajah lesu. Haha rasakan itu Cho Kyuhyun. Kau tau? Orang-orang di rumah ini sudah berpihak padaku.
Kulihat Kyuhyun sudah berada diatas motor sport hitamnya. ia terlihat beribu-ribu kali lebih tampan dari biasanya. Aissh Yoon Hye Yeon sadarlah.
“Mau sampai kapan kau berdiri disitu? Cepat naik!! Aku tidak mau sampai kesiangan gara-gara kau.” See?? Baru saja ia terlihat seperti pangeran, kini ia terlihat seperti seorang devil.
“Tangkap!” Happ, aku menangkap helm yang dilemparkannya padaku. Akupun bergegas menaiki motornya, sebelum ia bersuara lagi.
“berpeganglah yang kuat.”
Mwo? Apa yang ia bilang?? Aku kurang jelas mendengarnya.
“Wa,,,, YAAA!!” belum sempat aku bertanya, ia sudah melajukan motornya seperti orang gila. Aissh Cho Kyuhyun aku masih mau hidup.
***
Tidak terasa, sudah 5 hari aku tinggal di kediaman Cho. Dan selama itu pula, namja evil itu tidak berhenti menggangguku. Berbeda dengan di rumah, di sekolah ia seolah menggapku tidak ada. Sungguh, ia memang namja berkepribadian ganda. -,-“
“Yeonnie, mianhae. Ahjumma dan ahjussi harus ke pulau Jeju sekarang. Tolong jaga rumah dan Kyu juga ya. Pastikan ia makan sengan baik.”
“Ne ahjumma.” Ahjumma ini, terkadang kelewatan. Makan dengan baik? Memangnya Cho Kyuhyun itu anak TK?
Setelah kepergian Cho ahjumma, kini dirumah ini hanya tinggal ada aku dan namja itu. Sekarang ia sedang duduk di ruang tengah dengan pandangan terfokus pada pspnya.
Ahh, sepi juga jika hanya berdua. Terlebih lagi namja itu dari tadi sibuk menekan tombol-tombol pspnya. Apakah ia tidak bosan melakukan aktifitas itu dari satu jam yang lalu.
“Yakk!! Sialan. Mana mungkin aku kalah.” Ia menghempaskan pspnya diatas sofa dan beralih menatpku.
“Wae?” tanyaku datar.
“Buatkan aku makanan, aku lapar.” Kulihat jam yang menempel indah di dinding. Hmm memang sudah masuk jam makan malam. Tanpa protes, akupun pergi ke dapur untu meyiapkan makan malam untukku dan namja itu.

“Ahh, kenyang sekali.” Ia –Kyuhyun- kini mengusap-ngusap perutnya yang kekenyangan.
“Aku tau masakanku itu enak. Tapi kau ini benar-benar rakus Cho Kyuhyun.” Ujarku dengan kepercayaan diri yang tinggi.
“Mwo? Masakan mu enak? Hey aku makan makanan mu karena memang hanya itu yang dapat dimakan. Asal kau tau saja ya, masakan mu itu sangatlah asin.”
Mwo? Asin?? Mana mungkin nasi goring kimchi buatanku asin. Sepertinya ia sengaja membuatku kesal.
Dengan kesal, akupun pergi meninggalkannya dan masuk ke dalam kamar. Namun tiba-tiba…
TTEEKkk
Lampu mati dan kamarku menjadi gelap. Andwee!! Aku takut dengan gelap. Karena panic, aku berubah histeris dan berteriak pada siapapun yang dapat mendengarku. Demi apapun, aku sangat tidak suka berada di tempat gelap seorang diri.
“Kau kenapa?”
Kyuhyun datang menghampiriku dan mencoba menenangkan ku. kupeluk ia dengan erat, tak kuperdulikan bahwa sebenarnya aku sangat membencinya.
“Uljima, tenanglah aku ada disini.”
Iapun memapah tubuh ku yang lemas ke atas tempat tidur. Membaringkanku, dan menyelimuti badanku. Ketika ia hendak pergi, ku tahan tangannya.
“Jangan pergi, temani aku disini. Aku takut sendirian.”
“Tunggulah sebentar, aku hanya mengambil lilin yang ada di dapur,”
“Shirreo!!”
Iapun mengalah dan duduk ditepi ranjangku. Satu jam, dua jam dan tiga jam pun berlalu. Namun belum ada tanda-tanda listrik akan kembali menyala. Kulihat ia sudah sangat mengantuk. Namun ia mencoba menahannya dan tetap duduk di tepi ranjangku.
“Kau mengantuk?” tanyaku memberanikan diri.
“Nde? Ah tidak. Kalau kau mengantuk tidurlah! Aku akan menemanimu disini.”
“TIdurlah disampingku. Aku tau kau mengantuk.” Ia kaget mendengar perkataanku barusan.
“Tapi..”
“Aku tidak apa-apa. Lagipula kau tidak akan berbuat macam-macam kan padaku?”
Akhirnya ia mengikuti perkataanku dan mulai membaringkan badannya. 30 menit berlalu, dan suasana kamarku berubah menjadi hening dan…..canggung?.
“Kyu, apakah kau sudah tidur?” kataku memecah keheningan.
“Belum, wae??”
“Ani,” kemudian semuanya kembali hening.
“Mmmh, soal kejadian waktu itu,”
“kejadian yang mana?” ucapku memotong perkataannya.
“Saat aku menyuruhmu berhenti menjadi pengagum rahasiaku.”
“Oh, yang itu. Wae? Mengapa kau mengungkitnya lagi?”
“Sebenarnya…”
“sudah jangan bahas hal itu lagi. Aku tau kau membenciku dan sekarang aku sedang belajar membencimu dan lagi..”
“Jangan membenciku!”
“Mwo? Wae?”
“Makanya kalau ada orang berbicara tunggu sampai ia selesai . jangan memotong pembicaraannya. Kau tau alasan ku menyuruhmu berhenti menjadi pengagum rahasiaku?”
Aku hanya menjawabnya dengan gelengan, yang sudah tentu tak dapat dilihatnya mengingat kamar ini yang gelap.
“Aku menyuruhmu berhenti menjadi pengagum rahasiaku karena aku ingin kau menjdi yeojachinguku.”
“Mwo??” jantungku hampir copot mendengar perkataannya. Apakah itu benar atau memang hanya bualannya saja??
“Saranghae Yoon Hye Yeon. Maukah kau menjadi yeojachingu ku?”
“Ne, nado saranghae oppa.” Ia pun memelukku erat, dan tak terasa kami pun telah memasuki alam mimpi dalam keadaan berpelukan.
THE END

Matahari bersinar dengan cerahnya pagi hari ini. Tampak seorang yeoja paruh baya yang baru saja turun dari mobil mewah dan memasuki rumahnya. Dicarinya penghuni rumah itu. Sampai langkahnya terhenti di depan sebuah kamar yang pintunya sedikit terbuka. Dari celah pintu tersebut, ia melihat sepasang yeoja dan namja tengah tertidur dalam posisi berpelukan.
“YAAKKK!! APA YANG SUDAH KALIAN LAKUKAN??”

FF ini admin copy dari Korean Fanfiction .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

manusia ga luput dari kesalahan jadi kalo admin salah dimaafkan yaa ... jangan lupa RCL guys :)